NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna menempatkan sektor nonmigas sebagai motor pertumbuhan baru. Selama ini, angka pertumbuhan daerah banyak ditopang kontribusi migas yang tidak selalu sejalan dengan aktivitas ekonomi warga sehari-hari. Karena itu, pengembangan sektor produktif di luar migas disebut menjadi tantangan utama.
Bupati Natuna Cen Sui Lan menyatakan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan yang ditopang migas. Ia ingin pertumbuhan itu benar-benar terasa manfaatnya di tingkat masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi Natuna kita harapkan semakin baik. Namun, kita tidak bisa hanya melihat angka yang ditopang sektor migas. Yang kita inginkan adalah pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Cen dalam pidato peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Natuna di Pantai Piwang, Ranai, Senin (12/10/2026).
Pertumbuhan Nonmigas 0,59 Persen, Berbalik dari Kontraksi 1,61 Persen
Data yang dipaparkan Cen menunjukkan pertumbuhan ekonomi Natuna tanpa migas sebesar 0,59 persen. Capaian itu berbalik dari kondisi tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi 1,61 persen. Meski membaik, pemerintah daerah menilai masih perlu kerja keras memperkuat sumber pertumbuhan di luar migas.
Cen berharap program pembangunan yang sudah berjalan segera memberi hasil nyata bagi masyarakat. "Sudah banyak yang kita kerjakan untuk mendorong pembangunan Natuna. Kita berharap berbagai upaya ini segera membuahkan hasil dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Kampung Nelayan hingga Hilirisasi Kelapa 350 Hektare
Untuk memperluas sumber pertumbuhan, Pemkab Natuna mendorong sejumlah program berbasis potensi lokal. Program itu menyentuh sektor perikanan, perkebunan, dan ekonomi desa.
- Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di 20 lokasi
- Hilirisasi kelapa dalam seluas 350 hektare
- Penguatan Koperasi Desa Merah Putih di 77 desa dan kelurahan
- Perlindungan asuransi bagi 4.361 nelayan
Program-program tersebut diharapkan membuka peluang usaha dan meningkatkan nilai tambah produk lokal. Bagi daerah kepulauan seperti Natuna, keragaman sektor ekonomi menjadi kunci agar perekonomian tidak bergantung pada satu sumber saja.
IPM 78,94 dan Kemiskinan Turun 0,44 Poin
Cen juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Natuna pada 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat 78,94. Tingkat kemiskinan berada di angka 4,81 persen, turun 0,44 poin, sementara rasio Gini sebesar 0,263.
Pemkab Natuna berharap capaian itu terus diperkuat melalui kebijakan yang mendorong produktivitas dan memperluas kesempatan ekonomi. Tantangan ke depan bukan sekadar mencatat pertumbuhan lebih tinggi, melainkan memastikan pertumbuhan itu terasa melalui berkembangnya usaha lokal dan terbukanya peluang kesejahteraan yang lebih luas.