BATAM — Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menyatakan pasokan listrik di seluruh wilayah Batam sudah kembali normal. Pernyataan itu disampaikan setelah gangguan kelistrikan yang berlangsung sejak Senin (12/10) berdampak pada aktivitas warga, pelayanan publik, hingga operasional dunia usaha.
"Berdasarkan informasi terbaru yang kami terima, kondisi kelistrikan Batam sudah pulih 100 persen," kata Amsakar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Kamis.
Meski listrik sudah menyala penuh, BP Batam menegaskan pemulihan tidak berhenti di situ. Perhatian utama kini diarahkan agar warga bisa beraktivitas normal, kebutuhan dasar terpenuhi, dan layanan publik kembali berjalan seperti semula.
Distribusi Air Belum Normal, 319 Trip Mobil Tangki Dikerahkan
Pasokan listrik yang pulih tidak otomatis memulihkan distribusi air bersih. Operasional jaringan perpipaan bergantung pada listrik, dan butuh waktu hingga pipa kembali terisi secara bertahap.
Data BP Batam per Rabu (14/10) pukul 06.00 WIB mencatat sekitar 80 hingga 85 persen area pelanggan sudah menerima aliran air pada elevasi normal. Untuk wilayah yang masih terganggu, BP Batam menyiapkan 319 trip mobil tangki.
Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano menjelaskan, pulihnya instalasi pengolahan air bukan berarti seluruh pelanggan langsung menerima air normal.
"Jaringan perpipaan membutuhkan waktu untuk kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil. Wilayah yang berada di ujung jaringan maupun kawasan dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama," kata Denny.
Distribusi air lewat mobil tangki diprioritaskan bagi fasilitas kesehatan, rumah sakit, rumah ibadah, dan permukiman yang masih mengalami gangguan.
BP Batam Sambangi Kawasan Industri dan Pelaku UMKM
Gangguan listrik turut dirasakan sektor industri dan pelaku usaha yang membutuhkan pasokan energi untuk menjaga operasional. BP Batam melalui Kedeputian Bidang Investasi yang dipimpin Fary Djemy Francis mengunjungi sejumlah kawasan industri, investor, pelaku UMKM, dan fasilitas pelayanan publik termasuk rumah sakit pada Selasa pagi (14/10).
Kunjungan itu untuk mendengarkan kendala yang dihadapi pelaku usaha sekaligus menyampaikan perkembangan penanganan.
"Kami mengapresiasi kerja keras PLN Batam dalam mempercepat pemulihan. Dalam keadaan seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga kepedulian dan kebersamaan. BP Batam ingin hadir, mendengar, dan memastikan masyarakat serta pelaku usaha tidak menghadapi kesulitan ini sendirian," ujar Fary.
BP Batam juga berkoordinasi dengan pengelola layanan air minum, rumah sakit, bandara, dan pelabuhan untuk memantau dampak gangguan terhadap layanan publik.
Amsakar Apresiasi Tim PLN Batam
Amsakar menyampaikan apresiasi kepada tim teknis PLN Batam yang bekerja menangani gangguan. Sejak kejadian berlangsung, BP Batam terus berkoordinasi dengan Direksi PLN Batam dan jajaran untuk memantau penanganan serta mendorong percepatan pemulihan.
"Kami memahami seluruh lapisan masyarakat merasakan langsung dampak gangguan ini. Karena itu, sejak awal kami terus berkoordinasi dengan PLN Batam dan seluruh pihak terkait agar penanganan berjalan cepat dan langkah-langkah yang diperlukan segera dilakukan. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat," ujarnya.
Amsakar mengajak warga Batam tetap tenang dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif. Ia menilai gangguan kelistrikan yang terjadi bukan kondisi yang diharapkan siapa pun, terlebih dampaknya dirasakan berbagai lapisan masyarakat hingga dunia usaha.
Warga yang belum menerima aliran air normal diminta mengikuti informasi resmi soal jadwal distribusi bantuan dan perkembangan pemulihan di wilayah masing-masing.