BATAM — Ajang promosi pariwisata Batam Travel Mart VII 2026 menempati 16 stan yang diisi pelaku industri perjalanan wisata. Stan-stan tersebut menjadi ruang memperkenalkan produk, paket perjalanan, dan potensi destinasi unggulan Kepulauan Riau kepada calon wisatawan serta agen perjalanan.
Rangkaian acara tidak berhenti di Mega Mall Batam Centre. Panitia menjadwalkan Table Top di Aston Hotel pada 18–20 Oktober 2026 dengan sasaran wisatawan mancanegara dan agen perjalanan wisata.
ASITA Kepri Sebut Promosi Konsisten Kunci Daya Tarik Batam
Ketua DPD ASITA Kepri Eva Betty Siahaan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai promosi yang dilakukan secara konsisten dan dengan pendekatan positif dapat meningkatkan daya tarik Batam dan Kepulauan Riau di mata wisatawan.
"Terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah hadir dan mendukung kegiatan ini. Kami di ASITA Kepri selalu optimistis untuk terus mempromosikan potensi pariwisata Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, agar semakin dikenal dan diminati wisatawan," ujarnya.
Kadispar Kepri: Pariwisata Butuh Sinergi, Bukan Kerja Pemerintah Sendiri
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Hasan menegaskan pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama kuat dengan asosiasi, pelaku usaha perjalanan, pengelola destinasi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan wisatawan.
Ia menyebut fondasi utama pariwisata berkualitas terletak pada kesiapan pelaku industri memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan dan kenyamanan, serta menyampaikan informasi positif dan akurat mengenai destinasi wisata.
"Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ASITA Kepri yang terus mengambil bagian dalam mempromosikan pariwisata daerah. Upaya ini perlu kita dukung bersama karena kemajuan pariwisata membutuhkan sinergi dan komitmen seluruh pihak," ujarnya.
MICE Jadi Pintu Masuk Belanja Wisatawan di Batam
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengajak pelaku industri pariwisata membangun narasi positif mengenai potensi daerah. Promosi pariwisata, katanya, tidak cukup hanya memperkenalkan destinasi, tetapi juga membangun keyakinan wisatawan bahwa Batam dan Kepulauan Riau layak dikunjungi untuk berlibur, perjalanan bisnis, maupun kegiatan berskala nasional dan internasional.
Ardiwinata menegaskan Pemkot Batam mendukung penyelenggaraan Batam Travel Mart karena sejalan dengan pengembangan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Pengembangan MICE juga sejalan dengan program prioritas ke-15 Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra mengenai peningkatan investasi dan destinasi MICE.
"Sebagai pelaku pariwisata di Kepulauan Riau, mari kita bersama-sama membangun narasi yang positif dan menarik agar wisatawan domestik maupun mancanegara semakin tertarik berkunjung ke Batam dan daerah lainnya di Kepri. Pemerintah Kota Batam sangat mendukung kegiatan MICE seperti ini karena memiliki peluang besar untuk mendorong perkembangan pariwisata sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi daerah," kata Ardiwinata.
Ia menjelaskan dalam pengembangan MICE, perhatian tidak hanya pada kegiatan utama seperti pertemuan atau pameran, melainkan juga aktivitas sebelum dan sesudah acara berlangsung. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi wisata, pusat kuliner, pusat perbelanjaan, produk ekonomi kreatif, serta berbagai pengalaman wisata yang dimiliki Batam.
"Dalam kegiatan MICE, yang perlu kita perhatikan bukan hanya meeting-nya, tetapi juga aktivitas before dan after-nya. Sebelum dan sesudah kegiatan, bagaimana kita mengajak peserta mengenal destinasi, menikmati kuliner, berbelanja, dan merasakan pengalaman wisata di Batam. Di situlah peluang besar yang harus kita manfaatkan bersama," ujarnya.