Pencarian

Nelayan Anambas Hilang 6 Hari Ditemukan Selamat di Perairan Malaysia, Evakuasi Bersama Pompongnya

Jumat, 16 Oktober 2026 • 12:32:01 WIB
Nelayan Anambas Hilang 6 Hari Ditemukan Selamat di Perairan Malaysia, Evakuasi Bersama Pompongnya
Bachtiar (61) dievakuasi bersama pompongnya oleh Bot Perkasa 46 milik Malaysia Coast Guard.

ANAMBAS — Operasi pencarian yang berlangsung sejak 10 Oktober 2026 terhadap Bachtiar (61), warga Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, resmi berakhir setelah korban ditemukan dalam keadaan selamat. Pria yang berangkat melaut sendirian itu dievakuasi bersama pompongnya oleh Bot Perkasa 46 milik Malaysia Coast Guard. Ia kini bersandar di Jeti Tekek, Tioman, setelah enam hari dinyatakan hilang kontak.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut. Menurutnya, korban telah menerima pemeriksaan medis dari otoritas SAR Malaysia setibanya di daratan.

"Allhamdulilah, proses pencarian selama 6 hari telah berubahkan hasil, Bachtiar ditemukan selamat dan kini telah mendapatkan penanganan medis oleh dukungan otoritas SAR di Malaysia," kata Abdul Rahman.

Pompong Kehabisan Bahan Bakar hingga Hanyut Melintasi Perbatasan

Informasi awal menyebutkan pompong berciri warna hijau keabu-abuan milik Bachtiar kehabisan bahan bakar sehingga hanyut melintasi batas maritim Indonesia dan Malaysia. Korban ditemukan sekelompok pemancing dalam kondisi terombang-ambing sambil memberikan isyarat bendera putih.

Titik terang keberadaan korban mulai muncul pada hari kelima, sore pukul 16.01 WIB. MRSC Kuantan, Malaysia, memberitakan kepada Kantor SAR Natuna bahwa seorang nelayan ditemukan di Perairan Malaysia. Petugas siaga komunikasi langsung melakukan verifikasi kemiripan pompong dan berkoordinasi dengan pihak keluarga sebagai prosedur tetap.

Setelah dipastikan terkonfirmasi, Kantor SAR Natuna meminta dukungan operasi SAR bersama MRSC Kuantan. Korban diketahui memiliki riwayat keluhan medis berupa asma, ditambah kondisi radio dan alat navigasi kapalnya yang tidak berfungsi baik saat melaut.

Kabut Asap dan Jarak Pandang Terbatas Jadi Kendala Utama

Enam hari pencarian Tim SAR Gabungan bukan tanpa hambatan. Kondisi medan dengan jarak pandang terbatas akibat kabut asap menjadi tantangan utama di lapangan.

Upaya penyisiran di Last Known Position (LKP) yang diyakini sebagai lokasi korban dilakukan menyeluruh. Pulau-pulau di sekitar LKP disambangi satu per satu, disertai koordinasi dengan setiap nelayan di area tersebut untuk memastikan keberadaan Bachtiar beserta pompongnya.

Pada hari keempat, Kantor SAR Natuna memperluas pemantauan dengan melibatkan Kantor SAR Tanjungpinang dan MRSC Kuantan melalui pengiriman Telegram Maklumat Pelayaran (Mapel). Informasi juga disebarkan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi pencarian.

Peran Nelayan dan HNSI Jadi Kunci Pencarian

Tim SAR Gabungan yang diterjunkan menggunakan RIB 02 Natuna dikerahkan sejak hari pertama hingga hari kelima. Unsur yang terlibat meliputi Pos SAR Anambas, Posal dan Polsek di Jemaja, Polairud Polres Kepulauan Anambas, serta BPBD Kepulauan Anambas.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Jemaja Timur dan masyarakat Desa Genting Pulur melalui HNSI serta kelompok nelayan. Selain turut menyisir hingga ke pulau-pulau, jaringan komunikasi sesama nelayan menjadi faktor pendukung utama dalam operasi ini.

Abdul Rahman menyatakan kantornya masih memantau proses pemulangan korban. Koordinasi dilakukan dengan MRSC Kuantan, Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau melalui Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, serta pihak terkait lainnya.

"Meski telah ditemukan dan dinyatakan selamat kita masih terus pantau dan amati proses pemulangannya, tentu kami akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Anambas dan pihak terkait lainnya melaui unsur Pos SAR Anambas," ujarnya.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gotvnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks