BATAM — Kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) menjadi koridor digital baru yang memperkuat posisi Batam sebagai gerbang ekonomi digital Indonesia. Proyek ini diharapkan menjadi tulang punggung bagi pengembangan pusat data (data center), komputasi awan (cloud computing), dan kecerdasan buatan (AI) di kedua negara.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia tengah memasuki era transformasi digital yang membutuhkan infrastruktur konektivitas berkecepatan tinggi. "Kita sedang menavigasi industri yang berkembang pesat antara data dan otomasi. Kita juga memasuki era AI yang membutuhkan dukungan konektivitas cepat. Melalui NCC, kapasitas mencapai 1,6 petabit per detik dengan latensi di bawah dua milidetik," ujarnya.
Latensi di bawah dua milidetik ini menjadi kunci bagi aplikasi-aplikasi yang memerlukan respons instan, seperti kendaraan otonom, telemedisin, dan perdagangan frekuensi tinggi.
CEO Nongsa Digital Park Mike Wiluan mengungkapkan bahwa pembangunan NCC adalah bagian dari perjalanan panjang mengubah Nongsa menjadi pusat teknologi. "Selama 10 tahun terakhir Nongsa Digital Park berkembang menjadi digital hub, dan kehadiran NCC akan semakin menarik investasi serta menciptakan talenta-talenta digital baru di Batam," katanya.
Saat ini, Nongsa Digital Park telah memiliki kapasitas kelistrikan hingga 120 megawatt untuk menopang industri pusat data. Airlangga menambahkan bahwa pasokan listrik akan terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur digital yang andal.
Deputy Prime Minister Singapura Gan Kim Yong menekankan pentingnya kerja sama bilateral di sektor digital. Menurutnya, NCC akan membuka lebih banyak peluang tidak hanya bagi Indonesia dan Singapura, tetapi juga bagi kawasan ASEAN secara keseluruhan.
"Ini akan membuka lebih banyak peluang bagi kedua negara dan juga kawasan ASEAN. Kami akan terus melihat sektor-sektor lain yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi Indonesia dan Singapura," ujar Gan Kim Yong.
Presiden Direktur Telkom Indonesia Dian Siswarini menyebut pendaratan kabel bawah laut NCC sebagai tonggak penting. "NCC membentuk digital corridor baru yang mendukung ekosistem data center dan transformasi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu hub digital dunia," katanya.
Sebagai salah satu operator utama, Telkom akan mengelola kabel ini untuk melayani kebutuhan pelanggan korporasi dan pemerintahan di kawasan Batam dan Singapura.
Beroperasinya NCC diprediksi akan mempercepat pertumbuhan ekosistem startup dan perusahaan teknologi di Batam. Dengan koneksi langsung dan berkapasitas besar ke Singapura, pusat data di Nongsa Digital Park dapat melayani pasar global dengan biaya lebih kompetitif.
Pemerintah pusat menargetkan Batam tidak hanya menjadi basis manufaktur, tetapi juga pusat ekonomi digital yang mampu bersaing dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.