NATUNA — Sebanyak 72 pelaku UMKM di Kabupaten Natuna kini mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kerja sama antara Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) setempat dan BPJS Ketenagakerjaan. Program yang dimulai sejak Desember 2025 ini menyasar para pelaku usaha mikro dan kecil yang rentan mengalami kecelakaan saat menjalankan aktivitas produksi maupun distribusi.
Manager PLUT Kabupaten Natuna Mirna Susanti menjelaskan, kerja sama ini dilandasi oleh kebutuhan akan perlindungan bagi pelaku UMKM. Banyak usaha kecil, seperti pengolahan hasil laut, kerajinan, dan warung makan, memiliki risiko fisik yang tidak bisa diabaikan.
"Tujuan kerja sama ini agar pelaku usaha mendapatkan perlindungan melalui jaminan kecelakaan kerja saat menjalankan kegiatan usaha yang memiliki risiko kecelakaan," ujar Mirna saat dikonfirmasi dari Natuna, Jumat.
PLUT dan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya menunggu pendaftaran di kantor. Tim gabungan turun langsung ke tempat usaha untuk menyosialisasikan manfaat program dan mendaftarkan pelaku UMKM menjadi peserta.
Mirna menambahkan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu bentuk perlindungan agar pelaku usaha tetap merasa aman dalam menjalankan usahanya. Jika terjadi kecelakaan kerja, peserta berhak mendapatkan manfaat sesuai ketentuan yang berlaku.
Saat ini, jumlah UMKM yang menjadi binaan PLUT Natuna mencapai 494 pelaku usaha. Mirna optimistis angka peserta BPJS akan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya jaminan sosial.
"Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah," katanya. Hingga Juli 2026, PLUT sudah memfasilitasi pendaftaran bagi 72 UMKM, dan proses sosialisasi masih berlanjut di berbagai kecamatan di Natuna.
Kerja sama ini menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dalam memperkuat perlindungan bagi sektor usaha kecil di daerah perbatasan. Dengan adanya jaminan kecelakaan kerja, pelaku UMKM di Natuna bisa lebih fokus mengembangkan usahanya tanpa khawatir terhadap risiko yang mengintai.