NATUNA — Temuan di lapangan menunjukkan, banyak SPPG di Natuna yang menyisakan pangan segar jenis buah karena kondisinya belum matang. Buah-buahan tersebut tidak bisa diolah menjadi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penerima manfaat.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Natuna, Akmal Dusky, mengatakan pemanfaatan sisa produksi ini penting agar tidak menjadi limbah yang mencemari lingkungan.
"Kita arahkan jika masih layak dikonsumsi untuk didonasikan atau diolah menjadi pupuk organik," kata Akmal di Natuna, Senin.
Ia mencontohkan, semangka yang setelah dibelah ternyata daging buahnya masih putih dan tidak layak saji. Daripada dibuang ke TPA, buah semacam itu lebih baik dimanfaatkan menjadi pupuk.
DKPP Natuna mengaku telah melakukan sosialisasi ke beberapa SPPG terkait pemanfaatan sisa produksi pangan dari program MBG. Dalam waktu dekat, sosialisasi serupa juga akan menyasar sekolah-sekolah di Natuna.
Tujuannya sama, yakni mengurangi timbulan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan. Langkah ini sejalan dengan prinsip pengelolaan limbah berkelanjutan: pengurangan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang.
Program ini diharapkan mampu menekan volume sampah organik yang dikirim ke TPA. Selama ini, sisa buah mentah dari dapur SPPG kerap menjadi masalah tersendiri karena volumenya cukup banyak.
Dengan mengolahnya menjadi pupuk organik, limbah tersebut tidak hanya berkurang, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian di Natuna.