TANJUNGPINANG — Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut pihak MCC International Metallurgy Limited masih dalam tahap awal penjajakan investasi. Meski nilai investasi dari perusahaan asal Beijing itu belum bisa ditaksir, pemerintah daerah telah menyiapkan data yang dibutuhkan.
“Mereka masih melakukan penjajakan, nanti akan kita berikan data-data yang dibutuhkan agar investasi ini berjalan,” kata Ansar, Rabu 29 Juli 2026.
Ansar menjelaskan, MCC bergerak di bidang industri pengolahan hasil pertambangan. Pemerintah Provinsi Kepri menawarkan dua lokasi potensial, yakni Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas.
“Kita tawarkan di Natuna dan Anambas. Potensi di sana besar, tapi kita harus membahas juga dengan pemerintah pusat,” ucapnya.
Meski investasi dari MCC belum resmi masuk, secara kumulatif nilai investasi di Kepri saat ini sudah mencapai Rp40 triliunan. Angka tersebut masih kurang dari setengah target yang diberikan pemerintah pusat sebesar Rp85 triliun untuk tahun 2026.
“Mudah-mudahan terkejar. Kita terus dorong masuknya investasi baru ke Kepri pada tahun ini,” pungkas Ansar.
Proyek ini menjadi salah satu harapan untuk mengejar ketertinggalan realisasi investasi di Kepri yang masih membutuhkan tambahan sekitar Rp45 triliun hingga akhir tahun.