TANJUNGPINANG — Kawasan depan Masjid Penyengat hingga Balai Adat di Pulau Penyengat kini lebih terang di malam hari. Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad secara pribadi membiayai pemasangan lampu penerangan di titik-titik tersebut.
“Bukan dari APBD, itu dana pribadi saya. Kalau ada rezeki apa salahnya untuk mempercantik Pulau Penyengat,” ujar Ansar dalam keterangannya, Senin.
Target: Wisata Malam Makin Bergairah
Ansar menyebut peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Penyengat menjadi alasan utama penataan ini. Penerangan jalan dinilai penting untuk menunjang aktivitas wisata pada malam hari.
“Mudah-mudahan semua jalan bisa ditambah penerangan agar tampak cantik,” kata Ansar.
Dengan pencahayaan yang memadai, ia optimistis berbagai kegiatan seperti lari malam atau month run bisa digelar tanpa terkendala kondisi gelap. “Kalau ada month run lagi kan kasihan kalau gelap, apalagi kalau ada turis asing yang datang,” pungkasnya.
Penataan Berkelanjutan Tanpa APBD
Pemasangan lampu ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah bersama dinas terkait dalam menata Pulau Penyengat. Ansar menekankan bahwa sumber dana pribadi dipilih agar proses perbaikan tidak terhambat oleh mekanisme anggaran daerah.
Pulau Penyengat selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kepri. Kawasan ini menyimpan sejumlah peninggalan Kesultanan Riau-Lingga, termasuk Masjid Raya Sultan Riau yang berusia lebih dari satu abad.