KEPULAUAN RIAU — Motorola bukan pemain baru di industri ponsel, tapi kehadirannya di Indonesia sempat hilang cukup lama. Kini mereka comeback dengan Moto G45 5G, sebuah ponsel yang langsung ditempatkan di segmen entry-level hingga mid-range—lautan merah yang selama ini dikuasai oleh brand-brand asal China. Kami menelisik spesifikasi dan melihat bagaimana posisi ponsel ini di pasar yang sudah sangat padat.
Jantung dari Moto G45 5G adalah chipset Qualcomm Snapdragon 6s Gen 3 dengan fabrikasi 6 nm. Ini adalah nilai jual utama ponsel ini. Dibandingkan pesaing sekelasnya yang masih banyak memakai chipset lawas, kehadiran chipset ini memberikan keunggulan dalam hal efisiensi daya dan performa multitasking.
Dipadukan dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB, ponsel ini terasa sangat mumpuni untuk penggunaan harian. Buka banyak aplikasi, berpindah-pindah antara media sosial dan chatting, semuanya terasa ringan. Untuk produktivitas ringan seperti mengedit dokumen atau video pendek, kapasitas ini jelas lebih dari cukup.
Namun, perlu diingat bahwa chipset ini bukanlah kelas flagship. Untuk gaming berat dengan grafis maksimal, jangan berharap terlalu tinggi. Ponsel ini lebih cocok untuk game populer seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile di setting menengah.
Motorola menyematkan panel IPS LCD 6,5 inci dengan refresh rate 120Hz adaptif pada Moto G45 5G. Untuk urusan scrolling dan animasi, sensasi mulusnya terasa jelas. Ini poin plus yang jarang ditemui di harga segini.
Sayangnya, resolusinya masih HD+ (720p), bukan Full HD+. Buat kamu yang sudah terbiasa dengan layar tajam, perbedaan ini akan terlihat, terutama saat menonton video atau membaca teks kecil. Ini adalah kompromi yang cukup disayangkan, mengingat layar adalah komponen yang paling sering kamu lihat.
Untungnya, panel ini dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 3 untuk ketahanan terhadap goresan. Jadi, kamu tidak perlu terlalu khawatir dengan baret halus di layar.
Dari sisi desain, Moto G45 5G terlihat modern dan kokoh. Meskipun bahan yang digunakan masih polikarbonat, konstruksinya terasa solid di tangan. Posisi tombol dan sensor sidik jari mudah dijangkau, membuat pengoperasian sehari-hari nyaman.
Motorola juga menyematkan beberapa fitur yang menjadi ciri khas mereka, seperti gestur cepat untuk membuka kamera dan senter. Hal-hal kecil seperti ini yang membuat pengalaman pakai terasa lebih personal dan efisien. Sayangnya, bahan artikel tidak menyebutkan detail kamera, baterai, maupun kelengkapan pengisian daya, jadi kami belum bisa mengulas lebih dalam aspek-aspek tersebut.
Berdasarkan data yang tersedia, berikut ringkasan poin penting yang perlu kamu pertimbangkan:
Moto G45 5G adalah ponsel yang menarik untuk kembali ke pasar Indonesia. Ia menawarkan performa chipset yang sangat kompetitif di harga Rp 2 jutaan, menjadikannya pilihan tepat bagi kamu yang mengutamakan kelancaran multitasking dan efisiensi daya di atas segalanya.
Namun, jika kamu adalah tipe pengguna yang sangat peduli dengan kualitas layar untuk menonton film atau bermain game, resolusi HD+ bisa menjadi batu sandungan. Ponsel ini kurang cocok untuk kamu yang menginginkan pengalaman multimedia yang imersif. Pilihan terbaikmu akan kembali pada prioritas: performa chipset atau kualitas layar.