Insiden Pompong Terbalik di Tanjungpinang Jadi Pemicu, Dispar Kepri Minta Travel Agent dan Tour Guide Perketat Keselamatan Wisatawan

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:01:31 WIB
Kepala Dispar Kepri Hasan menyampaikan imbauan pengetatan keselamatan wisatawan usai insiden pompong terbalik di perairan Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG — Insiden terbaliknya pompong di perairan Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang pada Selasa (4/8) mendorong Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau bergerak cepat. Instansi itu kini menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk mengevaluasi prosedur keselamatan, terutama bagi wisatawan yang menggunakan moda transportasi laut.

Kepala Dispar Kepri Hasan menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan alarm bagi seluruh industri pariwisata daerah.

"Kita imbau semua pihak terkait tertib dalam menaikkan dan menurunkan wisatawan di lokasi resmi yang telah ditetapkan pemerintah," kata Hasan di Tanjungpinang, Sabtu.

Dua Titik Keberangkatan Resmi yang Wajib Dipatuhi

Menindaklanjuti insiden tersebut, pemerintah daerah menegaskan kembali dua titik keberangkatan resmi yang selama ini telah ditetapkan untuk aktivitas pompong. Titik pertama adalah Pelantar Kuning, yang dikenal sebagai lokasi tradisional keberangkatan menuju Pulau Penyengat, kawasan wisata bersejarah di Tanjungpinang.

Adapun titik kedua berada di Pelantar II Kuala Riau. Kawasan ini secara khusus disiapkan pemerintah untuk aktivitas sandar serta perpindahan penambang pompong, sehingga arus lalu lintas penumpang bisa lebih terkontrol.

Disiplin Kunci Cegah Kecelakaan Laut

Hasan meminta para travel agent dan tour guide untuk betul-betul memastikan wisatawan menggunakan titik keberangkatan yang semestinya. Ia melarang keras praktik menaikkan penumpang dari lokasi yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas tersebut.

"Travel agent, tour guide, dan penambang pompong harus lebih disiplin dalam mengatur perjalanan wisatawan melalui jalur laut," ujarnya.

Menurutnya, kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan bukan hanya soal keamanan perjalanan semata. Hal ini juga menyangkut kenyamanan wisatawan dan citra pariwisata Kepulauan Riau di mata nasional maupun mancanegara.

Koordinasi Antarpelaku Usaha Jadi Kunci

Insiden pompong tenggelam di perairan Tanjungpinang disebutnya menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara pelaku usaha perjalanan wisata, pemandu wisata, operator pompong, dan pihak terkait. Koordinasi yang solid dinilai krusial dalam memastikan prosedur keselamatan penumpang benar-benar dipatuhi di lapangan.

"Ketertiban penggunaan titik keberangkatan dan penurunan penumpang sangat penting untuk mendukung pengawasan aktivitas transportasi laut, khususnya yang melayani wisatawan dan masyarakat di Tanjungpinang," tutur Hasan.

Langkah pengawasan ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kecelakaan serupa terulang kembali, sekaligus menjaga kepercayaan wisatawan terhadap transportasi laut di Kepulauan Riau.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top