TANJUNGPIINANG — Peringatan Hari Jadi ke-24 Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, menjadi momentum evaluasi perjalanan pembangunan sekaligus pemetaan tantangan yang belum tuntas. Gubernur Ansar Ahmad menempatkan konektivitas sebagai persoalan utama karena karakteristik wilayah yang tersusun dari ribuan pulau.
Ansar menilai laut tidak semestinya hanya dipandang sebagai pemisah antarpulau. Menurutnya, laut adalah ruang yang menghubungkan masyarakat dan menggerakkan aktivitas ekonomi warga.
"Karena itu, konektivitas jadi kunci penting dalam membangun Kepri," kata Ansar usai upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis.
Sebagai provinsi yang relatif muda, Kepri telah mencatatkan capaian pada sejumlah indikator makro ekonomi dan sosial. Beberapa indikator bahkan menempatkan Kepri pada posisi tinggi dibandingkan provinsi lain di Sumatera.
Ansar menegaskan pembangunan daerah tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Stabilitas dan pemerataan antardaerah harus dijaga agar pertumbuhan dirasakan seluruh masyarakat.
Pemprov Kepri memantau tingkat kesenjangan melalui sejumlah indikator, termasuk rasio gini. Hasil pemantauan itu menjadi dasar mengarahkan intervensi pembangunan ke wilayah dan kelompok masyarakat yang masih membutuhkan perhatian.
"Rapor kinerja kita melalui capaian-capaian makro menjadi pegangan untuk terus dievaluasi. Kita mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi kita juga mesti menjaga stabilitas dan disparitas antara satu wilayah dengan wilayah lainnya," ujar Ansar.
Pemerataan pembangunan diwujudkan melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Bantuan penyambungan listrik gratis menyasar lebih dari 15.200 rumah di Kepri.
Pemprov juga menjalankan program bedah 200 unit rumah bagi masyarakat suku laut. Nelayan dan petani mendapat perlindungan kecelakaan kerja, sementara warga di pulau-pulau terpencil difasilitasi layanan rumah singgah dan pemulangan jenazah.
Penempatan ustaz di pulau-pulau terus dilakukan, bersamaan dengan peningkatan pelatihan ketenagakerjaan untuk memperkuat kapasitas masyarakat setempat.
"Kita berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat, baik di pusat-pusat pertumbuhan maupun di pulau-pulau, dapat terpenuhi dan aksesibilitasnya terus ditingkatkan," ucapnya.
Di tengah dinamika kemampuan APBD, Pemprov Kepri mengoptimalkan dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program nasional. Salah satunya program Kampung Nelayan Merah Putih.
Proses lelang pembangunan 106 titik Kampung Nelayan Merah Putih di Kepri saat ini tengah berjalan. Ansar menyebut pihaknya mengejar setiap peluang di pusat agar keterbatasan APBD bisa tertutupi.
"Kita kejar semua peluang yang ada di pusat agar keterbatasan APBD bisa tertutupi. Selain itu, kita juga terus memaksimalkan program-program CSR guna mendukung pembangunan daerah," demikian Ansar.
Sejumlah program yang berjalan menyasar kebutuhan dasar warga di pulau-pulau kecil, mulai dari listrik, hunian layak, hingga perlindungan kerja bagi nelayan dan petani. Pemerintah Provinsi Kepri menempatkan aksesibilitas antarpulau sebagai prasyarat agar pertumbuhan ekonomi daerah kepulauan tidak terpusat di wilayah tertentu saja.