TANJUNGPINANG — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang Meitya Yulianty menyebut karya para peserta tidak berhenti sampai penetapan juara. Menurutnya, konten yang dihasilkan bisa terus dipakai untuk mempromosikan layanan perpustakaan sekaligus budaya lokal Tanjungpinang.
Dari 85 peserta yang mengikuti Lomba Video Konten Literasi 2026, dewan juri memilih sepuluh nama sebagai pemenang. Peserta berasal dari tiga kelompok berbeda: pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Dimas Gajang Saputra ditetapkan sebagai Juara 1. Posisi kedua ditempati Muhammad Rendra Putra Andriana, sedangkan Amir Handy menempati posisi ketiga. Tujuh peserta lain melengkapi daftar sepuluh pemenang yang ditetapkan dinas tersebut.
Meitya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas kreativitas mereka dalam mempromosikan literasi daerah. Ia berharap karya yang sudah dihasilkan bisa berlanjut, bukan berhenti di kompetisi.
"Karya ini jangan berhenti sampai di sini, terus hasilkan konten layanan perpustakaan serta budaya lokal," ujar Meitya.
Ia juga mengajak peserta yang belum meraih juara untuk terus mengasah kemampuan. Menurutnya, kompetisi serupa akan kembali digelar tahun depan.
"Tahun 2027 kegiatan ini akan kembali kami laksanakan untuk memfasilitasi kreativitas generasi muda," tambah Meitya.
Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Sony Andriana Kusuma menjelaskan, peserta telah mengikuti pembekalan teknis pada September lalu. Pembekalan itu diberikan sebelum perlombaan berlangsung.
Materi pembekalan mencakup teknik penyuntingan video dan pendalaman materi. Tujuannya agar peserta mampu menyampaikan pesan edukatif secara menarik dan informatif.
Menurut Sony, pembekalan tersebut membantu peserta mematangkan materi sebelum masuk tahap penilaian. Dengan begitu, kualitas konten yang dihasilkan diharapkan lebih siap tayang.
Lomba video konten literasi ini menjadi ruang bagi generasi muda Tanjungpinang mengembangkan kreativitas. Peserta dituntut mengemas tema literasi lewat produksi konten digital.
Kegiatan tersebut sekaligus mendorong peserta memanfaatkan media digital secara bijak. Ilmu pengetahuan disebarkan lewat kanal yang lebih dekat dengan kebiasaan generasi muda.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang menilai format lomba seperti ini efektif menjangkau kelompok usia produktif. Sepuluh pemenang yang sudah ditetapkan menjadi hasil pertama dari rangkaian kompetisi yang direncanakan berlanjut pada 2027.