KEPULAUAN RIAU — Banijay Entertainment menegaskan strategi globalnya bertumpu pada penulis, bukan skala platform atau tren pasar. Kepala divisi scripted kreatif perusahaan, Steve Matthews, menyampaikan hal itu dalam panel di ajang Iberseries & Platino Industria. Perusahaan menaungi 170 label yang tersebar di 25 wilayah.
Banijay Entertainment memang punya skala besar lewat 170 label di 25 wilayah. Namun Steve Matthews, head of scripted, creative perusahaan tersebut, menegaskan bahwa strategi global mereka tidak dimulai dari skala, platform, atau tren pasar. Titik mulanya adalah penulis.
Pandangan itu ia sampaikan dalam sebuah panel di Iberseries & Platino Industria. Panel tersebut mempertemukan sejumlah produser dari pasar yang berbeda, tetapi menghadapi tantangan yang sama: menemukan materi dan talenta yang cukup kuat untuk menembus lanskap scripted yang makin padat.
Mengapa Penulis Jadi Kunci
Maria Grazia Vairo, director of content Groenlandia asal Italia, menegaskan hal serupa saat ditanya bagaimana produser menyeimbangkan daya tarik komersial dengan ambisi kreatif. "Good writers, I mean, it really boils down to that," ujarnya.
Matthews sepakat. Menurut dia, tantangan Banijay adalah membangun jaringan internasional tanpa menyeragamkan identitas kreatif tiap perusahaan yang bernaung di bawahnya.
"I built this large group of companies and then encouraged this granular process where the company has maintained their different creative identities," kata Matthews. "All of these are based on creativity, based on talent, based on writing."
Boot Camp Empat Hari Dua Kali Setahun
Dalam wawancara dengan Variety, Matthews membeberkan program boot camp empat hari yang digelar dua kali setahun. Banijay mengundang penulis dan produser dari berbagai label untuk mengembangkan ide atau naskah selama periode tersebut.
"My real pleasure is looking for writers who are episodic writers and are ready to create a show," tuturnya. Kebutuhan akan pelatihan dan peningkatan keterampilan penulis serta produser baru kian besar seiring boom layanan streaming membuat sejumlah sekolah pengembangan di Eropa menurun.
Cerita Orisinal dan Hubungan Jangka Panjang
Di Groenlandia, Vairo menyebut slate perusahaan dibangun di atas cerita orisinal, sering kali diangkat dari peristiwa nyata dan tokoh yang terlewat. Serial tentang band pop Italia 883, misalnya, awalnya dirancang untuk satu musim sebelum akhirnya menjadi hit yang berlanjut.
"What they're really looking for are original stories," kata Vairo soal apa yang dicari para streamer. Jawaban perusahaan atas persamaan kualitas versus komersialitas cukup lugas: penulis. Groenlandia membangun reputasi sebagai produser yang ramah talenta, memberi penulis mitra kreatif yang memahami dan mengembangkan ide mereka.
Simone Oliviera dari A Fábrica, Brasil, juga menekankan pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan kreator. Perusahaan itu bergerak di ranah serial premium, film, dan sitkom, serta mengembangkan sejumlah proyek bersama penulis Raphael Montes, termasuk adaptasi dan serial orisinal.
Ketika Insting Mengalahkan Riset Pasar
Carolina Bang, CEO Pokeepsie Films asal Spanyol, memberi contoh gamblang. Perusahaan yang dikenal lewat horor dan komedi itu merambah cerita young adult setelah Bang menemukan buku yang dibaca anggota keluarganya yang lebih muda. Ia jatuh cinta pada materinya dan menghabiskan bertahun-tahun untuk mewujudkan proyek tersebut.
"We do whatever we like," kata Bang. "If you have in mind to have a success, you will not have it. You have to believe in what you are doing."
Matthews memperingatkan agar pelaku industri tidak memperlakukan intelijen pasar sebagai resep pengembangan. "You never set out to make a commercial show," ujarnya. Menurut dia, niat membuat acara komersial justru membuat hasilnya tidak bagus, dan pada akhirnya tidak komersial pula.
Kuncinya, tambah Matthews, adalah menemukan keseimbangan antara memahami pasar dan melindungi ide kreatif yang membuat proyek itu layak dikerjakan sejak awal.
"If you robotically go to a panel where one of the guys says, 'We're looking for thrillers,' and then run back to the office and try and develop it, it can be changed by the time you get through it," katanya. "The trick is getting that creative integrity in the thing that you're trying to make."
Skala untuk Meredam Risiko
Filosofi itu turut membentuk cara Banijay menyikapi risiko. Vairo mencatat bahwa memproduksi karya memang berisiko sejak awal: materi yang kuat pun bisa tersandung karena casting, pendanaan, commissioning, atau sejumlah variabel lain.
Bagi Matthews, skala Banijay membantu meredam sebagian risiko itu sekaligus membiarkan tiap label tetap gesit. "These guys are taking these creative decisions all day, every day," ujarnya. "The philosophy of getting that balance [is that] these guys can stay small, wind behind them, to come up with something big."
Model lintas negara ini dirancang bukan sebagai pabrik konten seragam, melainkan sebagai cara menghubungkan talenta kreatif. Matthews menggambarkan perannya sebagai penyedia dukungan, mulai dari pendanaan, perkenalan, waktu pengembangan, hingga akses ke kolega di wilayah lain, sementara produser tetap memimpin secara kreatif.
Pendekatan itu menempatkan Banijay pada posisi yang jarang dimiliki rumah produksi independen: mampu menanggung eksperimen kreatif dengan jaring pengaman skala global. Bagi pasar scripted yang makin padat, taruhannya jelas, yakni siapa yang lebih dulu menemukan penulis dan ide sebelum tren berganti.