Batam Peringati Hari Buruh dengan Dorong Sinergi Pekerja-Pengusaha

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 16:44:43 WIB
Wali Kota Batam dan Forkopimda menghadiri peringatan Hari Buruh di Dataran Engki Putri.

Batam - Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Batam digelar di kawasan Welcome To Batam dan Dataran Engki Putri pada Jumat (1/5/2026), melibatkan ratusan pekerja dari organisasi FSPMI dan SPSI wilayah Batam dan Kepulauan Riau. Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pekerja dan pelaku usaha dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah. Pemerintah turut menyerahkan paket sembako kepada para pekerja sebagai bentuk apresiasi.

Dialog UMK yang Kondusif

Wali Kota Batam menghadiri acara tersebut bersama Wakil Wali Kota dan jajaran Forkopimda. Dalam sambutannya, Wali Kota menyoroti penetapan Upah Minimum Kota (UMK) terbaru yang dinilai berlangsung kondusif sebagai hasil dialog panjang antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha.

Penetapan UMK tahun ini menjadi salah satu yang paling stabil dalam lebih dari satu dekade terakhir. Meski demikian, pembahasan kini mulai berkembang dengan memasukkan aspek-aspek baru guna memperluas rasa keadilan bagi pekerja. Wali Kota menekankan bahwa keseimbangan antara kepentingan buruh dan pengusaha menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Positif

Kinerja ekonomi Batam menunjukkan tren positif yang konsisten. Realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target Rp60 triliun, menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi daerah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 83,32 menjadi 83,80, menempatkan Batam dalam lima besar tertinggi di Pulau Sumatera.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka. Namun, tantangan di sektor ketenagakerjaan tetap cukup besar seiring dengan arus migrasi pencari kerja yang terus meningkat ke Batam.

Penyerapan Tenaga Kerja dan Tantangan Pengangguran

Tingginya arus migrasi menjadikan Batam sebagai salah satu tujuan utama pencari kerja di Indonesia. Hal ini berdampak pada pertambahan jumlah angkatan kerja setiap tahun. Meski tingkat penyerapan tenaga kerja melalui bursa kerja mencapai 63,4 persen, upaya menekan angka pengangguran masih membutuhkan sinergi seluruh pihak.

Pada periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 6.163 pencari kerja, dengan 2.474 orang berhasil mendapatkan pekerjaan. Sepanjang tahun 2025, jumlah pencari kerja mencapai 29.710 orang, dan 14.832 orang di antaranya telah terserap di dunia kerja. Data tersebut menunjukkan bahwa peluang kerja di Batam tetap terbuka, meski belum sepenuhnya mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja.

Wali Kota menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Batam sangat bergantung pada kolaborasi antara pekerja dan pelaku usaha. Ke depan, sinergi ini menjadi kunci untuk meningkatkan daya serap tenaga kerja dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Batam.

Reporter: Redaksi
Back to top