Pencarian

Aliansi Mahasiswa Batam Ultimatum Pemko: Enam Bulan Selesaikan Krisis Air, Sampah, dan Banjir, atau Tuntut Wali Kota Mundur

Kamis, 18 Juni 2026 • 21:15:01 WIB
Aliansi Mahasiswa Batam Ultimatum Pemko: Enam Bulan Selesaikan Krisis Air, Sampah, dan Banjir, atau Tuntut Wali Kota Mundur
Aliansi Mahasiswa Batam memberikan ultimatum enam bulan kepada Pemko untuk atasi krisis air, sampah, dan banjir.

BATAM — Tiga masalah mendasar kembali menyengat Batam. Aliansi Mahasiswa Kota Batam resmi melayangkan ultimatum kepada Pemko Batam: enam bulan untuk membuktikan komitmen menuntaskan krisis air bersih, banjir tahunan, dan tumpukan sampah yang tak kunjung terkelola. Jika tenggat terlewati, mahasiswa siap turun ke jalan dengan satu tuntutan—melengserkan kepala daerah.

Perwakilan Aliansi Mahasiswa Batam, Ashari, menegaskan ketiga persoalan itu merupakan program prioritas yang dijanjikan pasangan Amsakar-Li Claudia saat kampanye. Namun, setelah lebih dari satu tahun menjabat, kata dia, fakta di lapangan belum berubah.

“Apakah hari ini tiga persoalan itu masih ada? Faktanya masih ada. Padahal Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam sudah menjabat lebih dari satu tahun. Bahkan dari tiga tadi itu salah satunya masuk dalam kampanye politik beliau. Bahwa ini menjadi program prioritas beliau,” ujar Ashari dalam audiensi yang dikutip BatamNow.com.

Ancaman Aksi Massa dan Apresiasi untuk Wakil Wali Kota

Mahasiswa tidak hanya mengkritik, mereka memberi batas waktu yang jelas. Ashari menyatakan bahwa jika dalam enam bulan tidak ada penyelesaian nyata, aksi akan diperbesar.

“Apabila tidak diselesaikan tiga hal ini dalam jangka enam bulan, kami akan turun dengan aksi massa yang lebih besar, tapi membawa tuntutan lain yaitu melengserkan wali kota Batam dan wakil wali kota Batam,” tegasnya.

Meski demikian, Aliansi Mahasiswa Batam mengakui ada sisi positif dari kepemimpinan saat ini. Mereka secara khusus mengapresiasi respons cepat Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, yang kerap turun langsung ke lapangan dan aktif memberikan informasi kepada publik melalui media sosial, bahkan hingga larut malam saat terjadi insiden seperti pencurian besi.

“Kami tentunya melihat yang buruk, yang baik, kita pisahkan. Yang buruk kita katakan buruk, yang baik kita katakan baik,” kata Ashari.

Ketua DPRD Teken Pakta Integritas

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, menerima dan menyepakati poin-poin tuntutan yang diajukan mahasiswa. Kesepakatan itu dituangkan dalam surat pakta integritas yang kemudian ditandatangani bersama.

Usai audiensi, mahasiswa kembali menegaskan sikapnya kepada awak media. Mereka menilai persoalan air bersih, banjir, dan sampah bukanlah masalah baru, melainkan persoalan mendasar yang berdampak langsung terhadap hajat hidup warga Batam. Jika dalam enam bulan ke depan tidak ada perbaikan yang signifikan, aksi jalanan yang lebih besar dipastikan akan terjadi.

Bagikan
Sumber: batamnow.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks