Pemkot Batam Perkuat Daya Saing SDM Lewat Seragam Gratis dan Modal UMKM

Penulis: Teuku Fahreza  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:37:01 WIB
Wali Kota Batam Amsakar Achmad membuka kegiatan pemberdayaan masyarakat di Aula Politeknik Batam.

BATAM — Pemerintah Kota Batam memperkuat struktur ekonomi dan sosial warga melalui alokasi APBD yang berorientasi pada peningkatan kompetensi masyarakat. Langkah ini mencakup pemberian seragam sekolah gratis bagi pelajar serta beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu guna menjamin keberlanjutan pendidikan.

Di sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Batam kini telah menyentuh angka 98,2 persen. Selain jaminan kesehatan, pemerintah daerah juga memberikan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal, seperti penarik becak, pengemudi ojek online, hingga penambang pancung.

Penguatan ekonomi kerakyatan dilakukan melalui pemberian pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku usaha kecil. Pemerintah berencana meningkatkan plafon pinjaman tersebut menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta untuk mendorong produktivitas UMKM di Batam.

Investasi Jangka Panjang dan Tiga Pilar Pembangunan

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Menurutnya, kualitas manusia menjadi faktor penentu utama apakah sebuah kota mampu bersaing di masa depan atau tidak.

"Investasi pada SDM memang hasilnya tidak instan. Mungkin baru terlihat 25 tahun mendatang. Namun, ini jauh lebih penting karena masa depan Batam bergantung pada daya saing manusianya," ujar Amsakar saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam, Sabtu (9/5).

Ia menjelaskan terdapat tiga substansi utama yang menjadi fokus pembangunan pemerintah saat ini. Pertama adalah penyediaan infrastruktur dasar, kedua yakni peningkatan fasilitas publik seiring pertumbuhan penduduk, dan ketiga adalah pemberdayaan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

Pemberdayaan Ekonomi Lewat Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Program peningkatan kapasitas warga juga diimplementasikan melalui pelatihan tematik di tingkat kelurahan. Di Kecamatan Batam Kota, sebanyak 520 peserta mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari peningkatan kompetensi kader Posyandu hingga keterampilan daur ulang sampah rumah tangga.

Gerakan pemilahan sampah ini telah menunjukkan hasil nyata secara ekonomi. Melalui Bank Sampah Unit yang terbentuk di seluruh kelurahan se-Kecamatan Batam Kota, warga berhasil mengumpulkan 12.129 kilogram sampah bernilai ekonomis dengan nilai mencapai Rp20,7 juta.

Lita, salah seorang warga Kelurahan Belian yang menjadi peserta pelatihan, menyebut program ini memberikan dampak langsung bagi manajemen keuangan keluarga. Ia menilai pelatihan tersebut membantu ibu rumah tangga dalam mengelola ekonomi secara lebih mandiri sekaligus menjaga kesehatan lingkungan melalui kader Posyandu.

Amsakar mengapresiasi kinerja jajaran camat dan lurah yang mampu mengintegrasikan program pemberdayaan ini secara efektif. Baginya, peningkatan kompetensi dan kecakapan warga adalah kunci utama untuk meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: inikepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top