KARIMUN — Disdukcapil Karimun tidak menunggu warga datang ke kantor. Mereka mendatangi langsung sekolah-sekolah untuk mengaktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi para pelajar. Program ini menyasar tiga sekolah di Pulau Karimun Besar pada tahap awal: SMAN 5, SMKN 2 Karimun, dan SMA Maha Budhi.
Kepala Disdukcapil Karimun Raja Mavia Rozza menyebut antusiasme pelajar cukup tinggi saat sosialisasi dan aktivasi IKD digelar. Menurutnya, generasi Z sudah terbiasa dengan telepon pintar sehingga prosesnya berjalan lancar.
“Alhamdulillah, antusias pelajar cukup tinggi, dalam aktivasi IKD. Sebab, para generasi Gen Z ini rata-rata sudah mengerti pemanfaatan telepon pintar. Dan, sangat mudah untuk diaplikasikan data kependudukan melalui telepon pintar,” jelas Raja Mavia Rozza, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Forum Komunikasi Publik (FKP) sekaligus upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Disdukcapil Karimun menargetkan layanan administrasi kependudukan yang lebih cepat, mudah, dan berbasis digital.
“Proses aktivasi IKD sendiri cukup gampang. Mengingat Gen Z sudah tidak asing lagi, menggunakan telepon pintar. Termasuk hari ini (Rabu) juga kita gelar hal yang sama,” tutur Raja Mavia Rozza.
Program jemput bola ini menjadi salah satu strategi Disdukcapil Karimun dalam mendorong transformasi digital kependudukan. Dengan menyasar langsung pelajar yang akan memasuki usia 17 tahun, pemerintah berharap generasi muda menjadi pionir dalam penggunaan IKD.
Ke depan, Disdukcapil Karimun berencana memperluas jangkauan sosialisasi ke sekolah-sekolah lain di wilayah kepulauan tersebut. Langkah ini dinilai efektif untuk mempercepat adopsi identitas digital di kalangan warga muda.