TANJUNGPINANG — Hubungan antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan pelaku industri minyak dan gas bumi (migas) terus berjalan positif. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Kepri Ansar Ahmad dengan jajaran Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) beserta sejumlah KKKS di Gedung Dekranasda Provinsi Kepri, Rabu (13/5/2026).
Pertemuan itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus pemaparan rencana kerja perusahaan migas di wilayah Kepri pada tahun ini.
Sejumlah perusahaan migas yang beroperasi di Natuna menyampaikan rencana strategis mereka. Perwakilan Medco E&P Natuna Ltd, Kemal Abduh Rahman Massi, menyatakan pihaknya berkomitmen melakukan pengeboran sumur eksploitasi selama 2026 untuk mempertahankan tingkat produksi yang ada. Selain itu, perusahaan juga akan menjalankan sejumlah pekerjaan rutin menjaga intensitas produksi di wilayah kerjanya.
“Kami masih menunggu approval perpanjangan kontrak, sehingga dukungan semua pihak sangat kami harapkan,” ujar Kemal dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Medianestrian dari Harbour Energy, perusahaan asal Inggris yang telah memproduksi migas di Natuna Blok A sejak era 1980-an, mengungkapkan komitmen untuk melakukan pengeboran tiga sumur eksplorasi pada 2026. Perusahaan tersebut juga tengah menanti perpanjangan kontrak blok yang berlaku hingga 2029.
“Mohon dukungan dan doa agar terdapat tambahan cadangan minyak dan gas yang bisa meningkatkan produksi ke depan,” kata Medianestrian.
Hal senada disampaikan Vera Novita Rahma dari Star Energy (Kakap) Ltd. Perusahaan menargetkan produksi sekitar 1.000 barel per hari meskipun saat ini masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Star Energy juga tercatat rutin menjalankan program pembinaan masyarakat di Kepulauan Anambas serta kegiatan sosial berupa pengobatan massal setiap tahun.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Yanin Kholison, menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah daerah di Kepri dan industri migas selama ini terjalin sangat baik. Ia menyebut kunjungan tersebut merupakan agenda rutin untuk membangun komunikasi dan menyampaikan perkembangan industri migas di daerah.
“Terima kasih atas kesempatan mengunjungi dan didampingi melihat perkembangan ibu kota Provinsi Kepri. Ini membuktikan hubungan antara industri migas dengan pemerintah daerah benar-benar terjalin baik,” ujar Yanin.
Sejumlah KKKS yang hadir juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi Kepri mendukung percepatan persetujuan perpanjangan kontrak kerja sama di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Selain Medco, Harbour Energy, dan Star Energy, pertemuan itu juga dihadiri perwakilan Prima Energy Northwest Natuna Pte. Ltd., Pertamina East Natuna, serta West Natuna Exploration Ltd. Kehadiran para pelaku industri migas ini menandakan besarnya potensi investasi sektor hulu migas di Kepulauan Riau, khususnya di wilayah Natuna.