Cetak ROE 18,4% di Kuartal I 2026, BRI Buktikan Kinerja Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 11:54:01 WIB
BRI catatkan ROE 18,4% di kuartal I 2026 dengan pertumbuhan aset dan laba dua digit.

KEPULAUAN RIAU — Di tengah risiko geopolitik yang masih membayangi perekonomian dunia, BRI justru mampu meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya. Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan, kunci dari capaian ini adalah kombinasi antara perbaikan kualitas aset dan efisiensi biaya yang ketat.

“Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan biaya dana yang semakin efisien,” jelas Hery dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Aset dan Laba Tumbuh Dua Digit

Tak hanya rasio profitabilitas yang membaik, BRI juga mencatatkan pertumbuhan aset yang impresif. Hingga akhir Maret 2026, total aset perseroan mencapai Rp2.250 triliun, atau naik 7,2% secara tahunan (year-on year).

Penyaluran kredit dan pembiayaan menjadi motor utama pertumbuhan ini. BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.562 triliun, melesat 13,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspansi ini dilakukan secara selektif untuk menjaga kualitas pembiayaan.

Hasilnya, BRI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini juga tumbuh 13,7% secara tahunan, menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit berjalan seiring dengan peningkatan profitabilitas.

Efisiensi Biaya Dana Jadi Kunci

Salah satu faktor yang mendorong kenaikan Return on Assets (ROA) menjadi 2,8% adalah keberhasilan BRI dalam menekan biaya dana. Perbaikan struktur pendanaan, terutama dengan meningkatkan porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA), menjadi strategi utama.

“Di satu sisi, pertumbuhan kredit yang tetap kuat memberikan dorongan terhadap pendapatan bunga. Sementara di sisi lain, perbaikan struktur funding, khususnya peningkatan CASA, turut menekan cost of fund,” ujar Hery.

Fokus pada UMKM dan Digitalisasi

Ke depan, BRI berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Hery menegaskan, perseroan akan memperkuat ekosistem UMKM secara end-to-end, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar digital.

“Kami meyakini bahwa pertumbuhan harus berjalan seiring dengan dampak yang nyata. Oleh karena itu, setiap langkah transformasi BRIvolution Reignite yang tengah kami lakukan diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, tidak hanya bagi perusahaan dan pemegang saham, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tutup Hery.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top