SAR Natuna Temukan 3 Pelajar Hilang di Gunung Samak Anambas, Bermalam Tanpa Kabar ke Orang Tua

Penulis: Teuku Fahreza  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 16:46:01 WIB
Tim SAR Natuna menemukan tiga pelajar hilang di Gunung Samak dalam kondisi selamat.

NATUNA — Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/SAR) Natuna memastikan tiga pelajar yang sempat dinyatakan hilang di kawasan Gunung Samak, Kepulauan Anambas, telah ditemukan. Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menyebut ketiganya dalam keadaan selamat saat ditemukan di satu pondok dekat Teluk Rambut, Jumat dini hari.

"Tiga pelajar SMP Negeri yang sebelumnya pergi memancing di hutan Gunung Samak berhasil ditemukan selamat oleh Tim SAR Gabungan," ujar Abdul Rahman dalam keterangannya, Jumat.

Berpamitan Memancing, Tak Pulang Semalaman

Ketiga pelajar itu berpamitan kepada orang tua mereka untuk memancing di Gunung Tanjung Samak pada Kamis pagi. Namun, mereka tidak memberi tahu akan bermalam di lokasi tersebut. Hingga Kamis malam, ketiganya tak kunjung pulang dan tidak ada kabar, sehingga keluarga melaporkan ke Kantor SAR Natuna untuk meminta bantuan pencarian.

Medan Terjal dan Jalur Laut Jadi Pilihan

Setelah menerima laporan, Kantor SAR Natuna berkoordinasi dengan BPBD Kepulauan Anambas, Polres Kepulauan Anambas, Koramil setempat, Pramuka Peduli, Tagana, dan masyarakat sekitar. Medan hutan yang terjal dan kondisi malam hari membuat tim memilih jalur laut menggunakan pompong nelayan untuk mencapai lokasi pencarian. Proses pencarian berlangsung cukup cepat berkat informasi dari masyarakat.

Apa yang Menghalangi Mereka Menghubungi Keluarga?

Abdul Rahman menjelaskan bahwa para pelajar tidak dapat menghubungi keluarga karena di lokasi tidak terdapat jaringan komunikasi. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar selalu memberi tahu keluarga saat bepergian ke alam terbuka. Ia juga mengimbau agar anak-anak didampingi orang dewasa yang berpengalaman saat beraktivitas di hutan.

Masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 115 apabila menemukan kondisi yang membahayakan keselamatan manusia.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top