Geosite Tanjung Datuk dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu ikon wisata alam unggulan Natuna yang memiliki tebing megah, bentang alam unik, serta panorama matahari terbit dan terbenam. Posisinya yang menghadap langsung ke Laut Natuna Utara menjadikannya titik simbolis untuk menunjukkan kedaulatan di perbatasan.
Baliho berukuran besar itu memuat lambang negara, tema tahun ini "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", serta ucapan selamat hari lahir Pancasila. Pemasangan dilakukan secara gotong royong oleh tim gabungan di lokasi yang sulit dijangkau.
Komandan Lanud RSA Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi memimpin langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengibaran lambang negara di titik terdepan Indonesia adalah bentuk kecintaan terhadap bangsa sekaligus pengingat pentingnya persatuan.
"Kegiatan ini menjadi simbol kecintaan terhadap bangsa sekaligus pengingat pentingnya menjaga persatuan, semangat kebhinekaan, dan nilai-nilai Pancasila hingga ke wilayah terdepan Indonesia," ujar Danlanud RSA dalam keterangan yang diterima media, Sabtu.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan TNI AU. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna Abdul Rahman turut hadir bersama Kepala BMKG Natuna Rafael Alesandro Marbun, Kepala LPP RRI Ranai Vespa Krisnawathy, serta jajaran pejabat Lanud RSA dan Yon Arhanud 14 Pasgat.
Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi antarlembaga di daerah terluar. Selain memperkuat rasa kebangsaan, aksi ini juga menjadi ajang promosi wisata alam Natuna kepada publik.
Melalui pembentangan baliho raksasa ini, Lanud RSA bersama seluruh unsur berharap nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam keseharian masyarakat. Natuna, yang dikenal sebagai beranda terdepan NKRI, menjadi lokasi yang tepat untuk menegaskan identitas bangsa di tengah gejolak geopolitik kawasan.
Geosite Tanjung Datuk sendiri merupakan kawasan geowisata yang menyimpan nilai geologi dan sejarah tinggi. Dengan adanya simbol negara di sana, kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga titik edukasi kebangsaan bagi pengunjung.