KEPULAUAN RIAU — Kepala Seksi Pemadam Kebakaran (Damkar) Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan api pertama kali terlihat sekitar pukul 20.27 WIB. Percikan berasal dari mesin pompa air yang diduga mengalami hubungan pendek arus listrik.
“Percikan api diduga berasal dari mesin sanyo yang mengalami korsleting, kemudian menyambar material mudah terbakar di dapur,” ujar Bambang, Minggu (31/5/2026).
Selain uang tunai Rp 5 juta, kebakaran juga menghanguskan tabung elpiji, sejumlah perangkat elektronik, dan dokumen penting milik pemilik rumah. Petugas Damkar masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian secara keseluruhan.
“Total kerugian masih dalam proses pendataan lebih lanjut,” pungkas Bambang.
Damkar Tulungagung mengerahkan satu unit mobil pemadam, satu unit kendaraan penyuplai air, dan satu unit kendaraan rescue ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api benar-benar terkendali pada pukul 21.30 WIB.
Personel kepolisian, TNI, dan perangkat desa turut membantu pengamanan serta evakuasi di lokasi. Petugas juga memastikan tak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah, terutama mesin pompa air yang digunakan setiap hari. Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk mencegah risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran dan mengakibatkan kerugian besar.