Bagi generasi yang tumbuh di era 80-an, nama He-Man dan para Master of the Universe adalah ikon budaya pop yang tak tergantikan. Namun, upaya menghidupkannya dalam film live-action justru berakhir antiklimaks. "Masters of the Universe" (1987) yang dibintangi Dolph Lundgren sebagai pahlawan berotot itu tenggelam di box office, meraup pendapatan yang jauh dari biaya produksinya.
Meski secara komersial dianggap gagal, film ini menyimpan satu kejutan bagi para penggemar setia. Di bagian akhir, terselip sebuah adegan yang jelas-jelas dirancang sebagai jembatan menuju sekuel—sebuah kelanjutan cerita yang hingga kini tidak pernah terwujud.
Tanpa memberikan spoiler berlebihan, adegan tersebut memperlihatkan situasi yang mengisyaratkan bahwa petualangan He-Man di Eternia belum usai. Alih-alih menutup cerita dengan rapi, sutradara dan tim kreatif memilih untuk membiarkan pintu terbuka lebar.
Sayangnya, pintu itu akhirnya tidak pernah dimasuki siapa pun. Kegagalan film di bioskop membuat pihak studio enggan mendanai proyek lanjutan. Sekuel yang sudah digoda dalam adegan itu pun berubah menjadi sekadar kenangan dan bahan diskusi di forum-forum penggemar.
Ironisnya, puluhan tahun kemudian, "Masters of the Universe" justru mendapatkan kehidupan baru. Film yang dulu dianggap sebagai kegagalan ini kini kerap muncul di layanan streaming dan menjadi objek nostalgia bagi penonton yang ingin bernostalgia dengan masa kecil mereka.
Di Indonesia sendiri, serial animasi He-Man pernah tayang di stasiun televisi lokal pada era 90-an, menciptakan basis penggemar yang cukup besar. Bagi mereka, cerita tentang sekuel yang hilang ini mungkin menjadi pengingat bahwa tidak semua janji di layar lebar bisa ditepati.
Adegan penggoda sekuel tersebut bukan sekadar adegan biasa. Ia diciptakan untuk menjawab rasa penasaran penonton tentang nasib karakter-karakter ikonik seperti Skeletor dan Battle Cat. Namun, tanpa kelanjutan, semua pertanyaan itu menggantung selama lebih dari tiga dekade.
Hingga kini, tidak ada rencana resmi untuk melanjutkan cerita dari film 1987 tersebut. Beberapa proyek reboot sempat digagas, termasuk oleh Netflix, tetapi belum ada yang secara langsung menyambung narasi yang sempat digoda oleh Dolph Lundgren dan timnya.