KEPULAUAN RIAU — Produsen elektronik asal Korea Selatan itu menempatkan Galaxy A16 5G sebagai penerus lini A yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan Samsung di pasar tanah air. Ponsel ini datang dengan desain yang meniru saudara tuanya, Galaxy A35 dan A55. Ketebalannya hanya 7,9 mm — membuatnya nyaman digenggam dalam waktu lama meski menggunakan bahan yang lebih ekonomis.
Biasanya, ponsel di kelas harga ini hanya mendapat 2-3 tahun pembaruan sistem operasi. Samsung memutuskan memberikan enam generasi pembaruan Android dan enam tahun tambalan keamanan untuk Galaxy A16 5G. Artinya, perangkat yang meluncur dengan Android 14 ini akan tetap relevan hingga Android 20 — atau sekitar tahun 2030.
Kebijakan ini memangkas salah satu alasan utama orang mengganti ponsel: sistem operasi yang sudah usang. Di Indonesia, di mana daya beli masyarakat masih sensitif, fitur ini membuat Galaxy A16 5G terlihat lebih ekonomis dalam jangka panjang ketimbang membeli ponsel murah setiap dua tahun.
Samsung menyematkan panel Super AMOLED 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 90Hz. Layar ini memberikan pengalaman menonton video dan bermain media sosial yang lebih mulus ketimbang layar 60Hz yang masih lazim di kelasnya. Ketajaman warna dan hitam pekat khas AMOLED tetap menjadi andalan.
Baterai 5.000 mAh menemani aktivitas harian. Berdasarkan pengujian internal, perangkat ini sanggup memutar video nonstop selama 18 jam atau navigasi internet hingga 16 jam. Meski pengisian daya 25W Super Fast Charging bukan yang tercepat, Samsung mengklaim prioritasnya adalah menjaga suhu baterai tetap stabil demi memperpanjang usia sel dalam jangka panjang.
Sistem tiga kamera belakang terdiri dari lensa utama 50MP, ultrawide 5MP, dan makro 2MP. Kamera selfie 13MP menghasilkan potret wajah natural untuk media sosial. Samsung tidak memangkas lensa ultrawide — sesuatu yang mulai jarang ditemui di ponsel harga 2 jutaan.
Peningkatan lain yang patut dicatat adalah sertifikasi IP54. Ponsel ini tahan debu dan percikan air, memberikan rasa aman ekstra bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan atau terjebak hujan gerimis.
Meski unggul di banyak sisi, Galaxy A16 5G tetap memiliki kelemahan. Samsung masih menggunakan bingkai plastik yang terasa kurang premium jika dibandingkan dengan rival yang sudah mengadopsi material metal atau kaca. Tidak ada informasi detail tentang chipset yang digunakan — biasanya Samsung memilih prosesor Exynos atau MediaTek di kelas ini, yang performanya kadang kalah dari pesaing setara harga.
Kamera ultrawide 5MP juga terasa jadul di era di mana banyak ponsel sudah beralih ke 8MP atau 12MP. Hasil foto di kondisi minim cahaya juga patut diwaspadai, meski belum ada ulasan independen yang mengonfirmasinya.
Galaxy A16 5G menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan ponsel tahan lama dengan dukungan perangkat lunak paling mutakhir di kelasnya. Namun bagi pengguna yang mengutamakan performa mentah atau material premium, ponsel ini mungkin bukan jawaban paling pas. Keputusan akhir tetap di tangan konsumen: apakah umur pakai panjang atau spesifikasi mentah yang lebih menentukan.