Best Buy memasarkan unit open-box Pixel 10 Pro 256GB dengan label "excellent condition" seharga $678,99 atau setara Rp 10,8 juta (estimasi kurs Rp 16.000). Bandingkan dengan harga eceran baru perangkat ini yang mencapai $1.099 (Rp 17,5 juta)—artinya pembeli bisa menghemat hampir 40 persen dari nilai awal.
Untuk konteks, Amazon juga masih menawarkan diskon $250 untuk unit baru Pixel 10 Pro 256GB di angka $849. Namun selisih $171 dengan harga open-box Best Buy membuat opsi barang retur berkondisi prima ini jauh lebih menarik secara nilai.
Promosi ini bukan satu-satunya. Best Buy juga membuka kran diskon untuk seluruh lini Pixel 10 generasi terbaru dalam kondisi open-box. Pixel 10 Pro Fold 256GB misalnya, dijual $1.184—turun $516 dari harga baru $1.700.
Untuk pengguna yang menginginkan kapasitas lebih besar, Pixel 10 Pro XL 512GB tersedia di harga $983, lebih murah $336 dari banderol normal $1.319. Sementara varian Pixel 10 Pro 128GB standar dibanderol $584, turun $415 dari $999.
Fenomena open-box di AS—barang yang dikembalikan konsumen dalam waktu singkat, biasanya hanya segel rusak atau tidak sesuai ekspektasi—kini menjadi segmen yang diperebutkan pengecer besar. Best Buy menjamin kondisi "excellent" berarti perangkat bebas goresan berarti, berfungsi penuh, dan masih menyertakan aksesori orisinal.
Bagi konsumen Indonesia yang berencana membawa pulang perangkat ini secara langsung atau melalui jasa titip, selisih harga $171 antara unit baru diskon dan open-box bisa dialokasikan untuk membeli adapter charger atau tempered glass. Namun perlu dicatat, garansi resmi Google untuk perangkat yang dibeli di AS umumnya tidak mencakup wilayah Indonesia.
Paket diskon ini dirilis bersamaan dengan gelombang promosi Father's Day Google, yang juga mencakup produk smart home Nest dengan harga terendah sepanjang masa di Amazon. Strategi ini menunjukkan Google mencoba mempercepat adopsi lini Pixel 10—yang baru dirilis beberapa bulan lalu—dengan menekan entry price point.
Alih-alih sekadar memotong harga unit baru secara besar-besaran, Google dan mitra ritelnya memanfaatkan stok retur untuk menjaring segmen pembeli yang lebih sensitif terhadap harga tanpa mengorbankan margin produk baru. Langkah ini lazim dilakukan Apple dan Samsung, namun jarang sedini ini dalam siklus hidup produk.