KARIMUN — Bupati Karimun Iskandarsyah memberikan apresiasi tinggi atas inovasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) yang menggandeng perbankan syariah untuk meluncurkan SIDESA. Menurutnya, sistem ini menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan program Desa Amanah (Aman, Mandiri, dan Sejahtera).
"Saya memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan inovasi Dinas PMD Karimun yang jeli menggandeng dunia perbankan. Sehingga, bisa menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan program Desa Amanah," terang Iskandarsyah.
Jembatan Digital Antara Siskeudes dan Perbankan
Kepala Dinas PMD Karimun Jackie Stewart Touw menjelaskan, SIDESA berperan sebagai jembatan penghubung antara Cash Management System (CMS) BRK Syariah dengan aplikasi Siskeudes yang dikembangkan BPKP bersama Kemendagri. Seluruh proses mulai dari perencanaan, penyusunan anggaran, pelaksanaan kegiatan, transaksi keuangan, pembukuan, hingga pertanggungjawaban dapat terhubung secara otomatis dan lebih efisien.
Proses pengembangan SIDESA telah melalui beberapa tahapan ketat. Setelah izin dan persetujuan dari Kemendagri diperoleh, dilakukan tahapan SIT, UAT, dan TO hingga akhirnya sistem resmi diluncurkan.
"BAST API Siskeudes Transaksi Non Tunai telah diserahkan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri kepada Pemkab Karimun melalui Dinas PMD pada 2 Juni 2026 sebagai dasar implementasi transaksi non tunai desa yang terintegrasi dengan sistem perbankan," ungkap Jackie.
Berpotensi Dongkrak Pendapatan Asli Daerah
Branch Manager BRK Syariah Cabang Tanjung Balai Karimun Desrian mengungkapkan, transformasi digital keuangan desa sebenarnya sudah dimulai sejak 2022 melalui implementasi CMS Desa untuk pembayaran Siltap dan penyaluran BLT secara non tunai. Pada Oktober 2024, BRK Syariah mengimplementasikan Siskeudes Link dan kini berkembang menjadi SIDESA.
Menurut Desrian, SIDESA berpotensi mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pembayaran Pajak Daerah Lainnya (PDL). Mulai dari pajak restoran atas belanja makan minum kegiatan desa, maupun pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang timbul dari kegiatan pembangunan desa.
"Cikal bakal lahirnya SIDESA adalah untuk mendukung terwujudnya Desa Amanah, yaitu desa yang aman, mandiri, dan sejahtera," ucapnya.
Dengan peluncuran SIDESA, Kabupaten Karimun menjadi daerah pertama di Sumatera yang mengimplementasikan sistem keuangan desa terintegrasi secara penuh. Langkah ini diharapkan dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa di wilayah kepulauan tersebut.