Gubernur Kepri Ansar Ahmad Minta Kadin Kepri 2026-2031 Terjemahkan Peluang Investasi Jadi Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Penulis: Teuku Fahreza  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 12:21:01 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menghadiri pengukuhan kepengurusan Kadin Kepri 2026-2031 di Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG — Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie mengukuhkan kepengurusan baru Kadin Kepri di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang. Mustava ditetapkan sebagai ketua untuk masa bakti 2026-2031.

Data pemerintah daerah menunjukkan perekonomian Kepri tumbuh 7,04 persen pada triwulan I 2026 secara tahunan. Angka ini tertinggi di Sumatra dan masuk lima besar nasional. Realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp64,67 triliun.

Posisi Geografis dan Fasilitas Ekonomi Jadi Modal Utama

Gubernur Ansar Ahmad menyebut posisi Kepri memberikan keuntungan yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Provinsi ini berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN dan berada di jalur perdagangan internasional yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi kawasan.

Keunggulan itu diperkuat keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun, serta pusat pengembangan ekonomi digital yang terus berkembang.

“Kepengurusan yang baru ini diharapkan mampu menjadi wadah yang inklusif, adaptif, serta mampu menerjemahkan peluang investasi menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Ansar.

Sektor Kemaritiman dan Investasi Berkelanjutan Jadi Fokus Utama

Ketua Kadin Kepri Mustava mengatakan organisasinya akan menempatkan industri kemaritiman dan investasi berkelanjutan sebagai prioritas. Menurut dia, status FTZ di Batam, Bintan, dan Karimun harus dikelola secara profesional agar arus investasi tetap terjaga.

“KADIN sebagai mitra pemerintah daerah ikut memastikan iklim investasi yang kondusif, kepastian hukum, dan kemudahan berusaha di kawasan FTZ,” ucap Mustava.

Ia menambahkan kepastian hukum dan kemudahan berusaha masih menjadi faktor penting dalam persaingan menarik investor. Kadin akan berupaya memperkuat iklim usaha di kawasan FTZ bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Wilayah Perbatasan Jadi Perhatian: Natuna dan Anambas

Selain kawasan industri, Kadin juga menyoroti wilayah perbatasan seperti Natuna dan Kepulauan Anambas. Organisasi pengusaha itu berencana mendorong pengembangan sektor kemaritiman, perikanan, logistik laut, dan pariwisata bahari sebagai sumber pertumbuhan baru.

Mustava menegaskan target tersebut tidak bisa dicapai sendiri oleh Kadin. Pihaknya akan melibatkan pemerintah daerah, BP Batam, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Mari kita bersatu dan bergerak, menjadikan Kadin organisasi yang solid, relevan dan motor penggerak ekonomi daerah menuju daya saing global,” kata Mustava.

Sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif. Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepri selama Januari-April 2026 tumbuh 12,93 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pemerintah daerah menilai capaian itu menjadi modal bagi percepatan pembangunan ekonomi.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: gokepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top