TANJUNGPINANG — Hamparan jagung menguning di kawasan Dompak, Tanjungpinang, menjadi saksi kolaborasi antara TNI dan masyarakat pada Sabtu sore, 1 Agustus 2026. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, hadir langsung memetik tongkol jagung yang siap panen bersama para petani penggarap.
Kegiatan itu bukan sekadar seremoni. Lahan yang kini ditanami jagung tersebut merupakan bekas area tambang bauksit yang sebelumnya dikenal tandus dan minim unsur hara. Melalui program ketahanan pangan yang digagas Kogabwilhan I, lahan kritis itu direvitalisasi menggunakan pupuk organik BIOS untuk memperbaiki struktur tanah.
Dari Lahan Tandus Menjadi Sumber Pangan Baru
Keberhasilan panen jagung ini menjadi bukti bahwa lahan eks tambang tidak kehilangan masa depan. Sebelumnya, area yang sama juga pernah menghasilkan panen cabai yang dikelola oleh Katimun, Bohari, dan Fajar. Kini, sejumlah petak lainnya tengah dimanfaatkan petani Agus untuk membudidayakan semangka dalam areal yang cukup luas.
Suyadi, salah seorang petani yang mengelola lahan tersebut, mengaku tidak menyangka lahan bekas tambang bisa kembali produktif. Ia bersyukur program ini membuka kesempatan bagi warga untuk bercocok tanam kembali.
"Alhamdulillah, bisa panen raya bersama Panglima Kogabwilhan. Terima kasih telah membukakan lahan bagi kami para petani di Dompak. Dulu kami tidak membayangkan lahan bekas tambang ini bisa menghasilkan panen seperti sekarang," ungkapnya.
Ketahanan Pangan Bagian dari Pertahanan Negara
Bagi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, program ini bukan sekadar pendamping tugas pokok pertahanan. Ketahanan pangan merupakan elemen penting dari ketahanan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan menjaga laju inflasi, khususnya di Tanjungpinang dan Kepulauan Riau.
Dalam kunjungan tersebut, Pangkogabwilhan I didampingi penyuluh pertanian dari Kementerian Pertanian Provinsi Kepulauan Riau, Karmadi. Pendampingan teknis yang diberikan selama ini menjadi kunci keberhasilan para petani dalam mengelola lahan kritis.
Sinergi TNI, Petani, dan Penyuluh Menghasilkan Dampak Nyata
Suasana panen berlangsung penuh keakraban tanpa sekat antara jenderal dan petani. Mereka berbincang ringan mengenai perkembangan tanaman, tantangan bercocok tanam, hingga rencana musim tanam berikutnya. Momen ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari hadirnya pemimpin yang mau mendengar langsung perjuangan masyarakat.
Ke depan, pengembangan lahan produktif di Dompak diharapkan terus berlanjut. Dengan pendampingan yang konsisten dan semangat gotong royong, lahan bekas tambang yang dahulu nyaris tidak memiliki harapan kini menjadi sumber penghidupan baru bagi banyak keluarga di Tanjungpinang.