Bupati Natuna Cen Sui Lan Tinjau Normalisasi Sungai di Dua Desa, Banjir Tahunan Mulai Tertangani

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 14:05:01 WIB
Bupati Natuna Cen Sui Lan meninjau proses normalisasi sungai di Desa Sebadai Ulu dan Desa Limau Manis.

NATUNA — Harapan warga Desa Sebadai Ulu dan Desa Limau Manis untuk terbebas dari banjir tahunan perlahan mulai terwujud. BWSS telah memulai normalisasi sungai di dua desa tersebut sebagai tindak lanjut usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Natuna.

Bupati Natuna Cen Sui Lan, Wakil Bupati Jarmin Sidik, Kepala Dinas PUPR Natuna Agus Supardi, serta jajaran OPD meninjau langsung lokasi pekerjaan pada Rabu (17/6/2026). Di tengah aktivitas alat berat yang melakukan pengerukan dan penataan alur sungai, Cen Sui Lan menegaskan komitmen pemkab untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan memberikan manfaat nyata.

“Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan dengan baik sehingga risiko banjir yang selama ini dihadapi masyarakat dapat diminimalkan,” ujar Cen Sui Lan di sela peninjauan.

Spesifikasi Pekerjaan: 8 Kilometer Alur Sungai Dinormalisasi

Kepala Dinas PUPR Natuna Agus Supardi menjelaskan pekerjaan normalisasi berupa pelebaran dan pendalaman alur sungai. Di Desa Sebadai Ulu, pengerjaan dilakukan sepanjang enam kilometer dengan lebar empat meter dan kedalaman mencapai 1,5 meter. Sementara di Desa Limau Manis, normalisasi dilakukan sepanjang dua kilometer.

“Pekerjaan ini diharapkan berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Agus Supardi.

Bukan Sekadar Pengerukan, Ada Harapan Baru

Menurut Cen Sui Lan, persoalan banjir di kedua desa bukanlah masalah baru. Saat curah hujan tinggi, luapan air sungai kerap mengancam kawasan permukiman dan menimbulkan kekhawatiran setiap musim penghujan datang. Normalisasi sungai menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas aliran air sehingga potensi genangan bisa ditekan.

Bupati juga mengajak masyarakat ikut berperan menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar. “Ini bukan hanya tugas pemerintah. Kita semua harus menjaga sungai agar tetap bersih dan terpelihara sehingga upaya pengendalian banjir yang dilakukan bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang,” katanya.

Identifikasi Kawasan Rawan Banjir untuk Prioritas ke Depan

Cen Sui Lan mengungkapkan masih terdapat sejumlah titik yang memerlukan perhatian khusus karena kondisi permukiman yang cukup padat. Situasi tersebut menyebabkan akses pekerjaan lebih terbatas sehingga dibutuhkan pendekatan dan sosialisasi yang baik kepada masyarakat.

Peninjauan lapangan juga menjadi bagian dari proses identifikasi kawasan rawan banjir yang nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas penanganan ke depan. Langkah ini dinilai penting agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat.

Usai meninjau pekerjaan di Desa Sebadai Ulu, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Limau Manis untuk melihat kondisi drainase yang telah selesai dikerjakan. Bagi warga Sebadai Ulu dan Limau Manis, normalisasi ini bukan sekadar pengerukan sungai—melainkan harapan baru agar kehidupan berjalan lebih tenang tanpa dihantui kekhawatiran ketika hujan deras mengguyur wilayah mereka.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: inikepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top