TANJUNGPINANG — Kawasan waterfront Gurindam 12 di tepi laut Tanjungpinang akan bertransformasi menjadi pusat ekonomi dan wisata baru. Kepala Dinas PUPP Provinsi Kepri, Rodi Yantari, menyebutkan bahwa pagu anggaran sebesar Rp12 miliar akan digunakan untuk membangun pedestrian atas sepanjang 750 meter, pedestrian bawah 380 meter, dan Taman Tunjuk Langit seluas 2 hektare.
Pemerintah melengkapi kawasan ini dengan lampu hias berbentuk bunga manggar untuk memperkuat identitas budaya Melayu. Selain itu, area parkir representatif dan toilet pengunjung juga akan dibangun untuk menunjang kenyamanan.
“Kawasan ini akan dijadikan pusat UMKM dengan penataan yang lebih baik agar memberi kenyamanan bagi pelaku usaha maupun pengunjung,” ujar Rodi Yantari.
Proyek ini merupakan kelanjutan dari pembangunan tahap pertama pada 2025, yang telah menghasilkan pedestrian atas dan bawah masing-masing sepanjang 300 meter. Area tersebut kini sudah dimanfaatkan warga untuk joging dan menikmati pemandangan sunset dari podium yang telah dibangun.
Tahap kedua ini mencakup Zona C hingga kawasan Tunjuk Langit. Nantinya, Taman Tunjuk Langit akan difungsikan sebagai ruang acara terbuka yang bisa digunakan oleh Pemprov Kepri maupun Pemkot Tanjungpinang.
Gubernur Ansar Ahmad mendorong penataan kawasan ini sebagai strategi menggerakkan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM. Meski pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, Pemprov Kepri tetap melanjutkan proyek ini karena dinilai strategis.
Pemerintah berharap kawasan Gurindam 12 tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau dan pusat interaksi sosial, tetapi juga ikon baru yang memperkuat citra Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau. Proyek ini dijadwalkan selesai pada 31 Desember 2026 dan siap dimanfaatkan masyarakat pada awal 2027.