TANJUNGPINANG — Gubernur Kepri Ansar Ahmad dijadwalkan menjadi responden pertama yang didata langsung petugas BPS pada hari pertama pencatatan, 15 Juni 2026. Langkah ini menjadi sinyal komitmen pemerintah daerah untuk menyukseskan sensus yang digelar setiap sepuluh tahun sekali tersebut.
BPS Kepri memastikan seluruh petugas telah melalui proses rekrutmen dan pelatihan. Mereka akan bergerak dari satu pintu ke pintu lain di seluruh wilayah provinsi, termasuk di pulau-pulau terluar yang menjadi ciri khas geografis Kepri.
Untuk memudahkan tugas di lapangan, BPS telah menyebarkan materi sosialisasi secara masif. Sebanyak 18 videotron, 16 baliho, 67 spanduk, 7 banner, 28 poster, dan 406 media publikasi lainnya dipasang di titik-titik strategis di Kepri.
Tak hanya media luar ruang, BPS juga menggelar 130 kegiatan sosialisasi yang diikuti 8.076 peserta. Bersama BPS kabupaten dan kota, mereka mengadakan 53 kegiatan Ngisi Bareng atau Ngibar — pendampingan pengisian kuesioner secara mandiri bagi pelaku usaha.
Program ini telah menjangkau 1.135 pelaku usaha besar dan menengah di Kepulauan Riau. "Petugas sensus ini adalah garda terdepan. Mereka yang akan bertemu langsung dengan para pelaku usaha di lapangan," ujar Toto Haryanto Silitonga saat pencanangan SE2026 di Balairung Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (17/6/2026).
Data yang dikumpulkan dalam SE2026 akan menjadi basis perencanaan ekonomi daerah dan nasional. Kepala BPS Kepri berharap seluruh pelaku usaha, dari pedagang kecil hingga perusahaan besar, bersedia memberikan data yang akurat saat petugas datang.
"Ini bentuk komitmen pemda yang sangat kami hargai. Kami berharap seluruh pelaku usaha di Kepri turut berpartisipasi aktif," tutup Toto. Pendataan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026, mencakup seluruh sektor usaha formal dan informal di provinsi berpenduduk lebih dari 2 juta jiwa ini.