30 Kapal Pompong Nelayan Subi Dikerahkan Cari Arif yang Hilang di Perairan Natuna, SAR Perluas Area 222 Mil Laut

Penulis: Teuku Fahreza  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:10:31 WIB
kapal pompong nelayan Subi dikerahkan dalam pencarian Arif yang hilang di perairan Natuna.

NATUNA — Puluhan nelayan dari enam desa di Kecamatan Subi mengerahkan kapal pompong mereka untuk bergabung dalam pencarian Arif (26), yang dilaporkan hilang kontak sejak melaut. Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan tim gabungan mulai bergerak dari Pelabuhan Nelayan Desa Subi pukul 07.20 WIB.

Dukungan 30 Kapal Pompong dari Enam Desa

“Kami mengerahkan satu unit Rigid Buoyant Boat (RBB) dan mendapat dukungan 30 kapal pompong milik masyarakat dari enam desa di Kecamatan Subi,” ujar Abdul Rahman. Menurutnya, partisipasi nelayan Subi memperluas jangkauan pencarian, terutama di area yang membutuhkan pemantauan lebih intensif.

“Keterlibatan 30 unit pompong milik nelayan Subi menunjukkan kepedulian dan semangat kebersamaan masyarakat yang luar biasa. Ini sangat membantu memperluas jangkauan pencarian di lapangan,” katanya.

Area Pencarian Capai 222 Mil Laut Persegi

Operasi pada Sabtu (20/6/2026) difokuskan di perairan dan pesisir barat Pulau Subi dengan cakupan area 222 mil laut persegi. Tim SAR gabungan menyisir sejumlah sektor berdasarkan hasil analisis dan informasi dari lapangan. Selain masyarakat nelayan, unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Subi turut serta.

SAR Natuna: Operasi Akan Terus Dilakukan Hingga Korban Ditemukan

Abdul Rahman menegaskan tim SAR gabungan akan memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia hingga korban ditemukan. “Operasi akan terus kami lanjutkan dengan dukungan seluruh unsur dan masyarakat hingga korban ditemukan,” tegasnya. SAR Natuna mengapresiasi sinergi lintas sektor yang menjadi faktor penting dalam efektivitas pencarian.

Solidaritas masyarakat Subi di tengah luasnya perairan Natuna menjadi bukti budaya gotong royong yang masih terjaga. Kehadiran puluhan kapal nelayan yang bahu-membahu bersama tim SAR tidak hanya membantu operasi, tetapi juga mencerminkan kuatnya rasa persaudaraan masyarakat pesisir dalam menghadapi musibah.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: ariranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top