BATAM — Aksi yang dipimpin Ketua Aliansi Relawan Pekerja Dapur MBG Kota Batam, Galih, berlangsung tertib sejak pagi. Para peserta yang berasal dari berbagai dapur MBG di kota itu menyampaikan aspirasi mereka melalui deklarasi berisi lima poin.
Dalam orasinya, Galih menekankan bahwa para relawan merupakan pihak yang paling memahami kondisi di lapangan. Mereka bersentuhan langsung dengan proses produksi dan distribusi makanan setiap hari.
Deklarasi tersebut memuat sejumlah tuntutan pokok. Pertama, dukungan penuh terhadap MBG sebagai program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan masa depan generasi Indonesia.
Kedua, aliansi mendorong keberlanjutan dan penguatan pelaksanaan program. Tujuannya agar manfaat MBG dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Batam.
Ketiga, para relawan meminta pemerintah dan pemangku kepentingan terus memperbaiki tata kelola. Mereka menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi yang ketat agar program berjalan transparan dan berkelanjutan.
Poin keempat deklarasi berisi penolakan terhadap berbagai upaya yang dinilai dapat menghambat keberlangsungan MBG. Menurut aliansi, program ini berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas dan masa depan anak-anak Indonesia.
"Kami siap bekerja maksimal, menjaga kualitas masakan, dan memastikan gizi anak-anak Batam terpenuhi," ujar Galih di hadapan peserta aksi.
Poin terakhir menegaskan komitmen relawan untuk menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif dalam menyampaikan aspirasi. Mereka juga mendukung penyampaian pendapat secara damai dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Aksi damai tersebut ditutup dengan doa bersama. Para peserta membubarkan diri secara tertib setelah deklarasi resmi disampaikan kepada perwakilan DPRD Kota Batam.