Pelni Tunjuk Eks Dirut InJourney Aviation Jadi Bos Baru, Pengamat Soroti Latar Belakang Non-Maritim

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Senin, 22 Juni 2026 | 12:47:31 WIB
Budi Setyawan Wijaya resmi menjabat Direktur Utama PT Pelni menggantikan Tri Andayani.

KEPULAUAN RIAU — Keputusan RUPS PT Pelni (Persero) mengganti jajaran direksi memicu perdebatan. Budi Setyawan Wijaya, yang sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi (InJourney Aviation Services), ditunjuk sebagai nahkoda baru perusahaan pelayaran nasional itu. Ia menggantikan Tri Andayani. Sementara posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko kini diisi Triswahyu Herlina, menggantikan Anik Hidayati.

Latar Belakang Dirut Baru dan Sorotan Pengamat

Budi Setyawan bukanlah sosok baru di dunia BUMN. Sebelum memimpin InJourney Aviation Services, ia pernah menjabat sebagai Komisaris Telkomsigma (2023-2025) dan Direktur Strategic Portfolio PT Telkom Indonesia Tbk (2020-2025). Ia juga memimpin program transformasi anak usaha di Telkom.

Namun, latar belakang itu dinilai tidak cukup untuk mengelola bisnis maritim. Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menyoroti absennya pengalaman Budi di sektor pelayaran. Menurutnya, Pelni membutuhkan pemimpin yang benar-benar memahami dinamika bisnis kapal dan logistik laut.

“Jadi masa kejayaan Pelni ini sudah redup, tiba-tiba direksi diganti dengan orang yang background-nya tidak tahu bisnis maritim, tambah mau dibawa ke mana, apa terobosan dirut baru?” tegas Siswanto di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Mengapa Latar Belakang Maritim Dianggap Krusial?

Pelni mengelola puluhan kapal penumpang dan kargo yang melayani ribuan pulau di Indonesia. Efisiensi rute, biaya operasional bahan bakar, dan perawatan armada menjadi tantangan harian yang spesifik. Tanpa pemahaman teknis dan jaringan di industri maritim, pengamat menilai risiko kesalahan strategi semakin besar.

“Pelni ketika tidak diawaki dengan sosok yang mengerti bisnis maritim akan sulit berkembang,” ujar Siswanto. Ia menambahkan bahwa persaingan dengan operator logistik swasta dan moda transportasi lain semakin ketat. Terobosan digitalisasi yang digaungkan Pelni, seperti kerja sama dengan DTP untuk layanan satelit LEO BuanterOne, perlu diimbangi dengan penguasaan bisnis inti pelayaran.

Apa Tugas Berat yang Menanti Budi Setyawan?

Direktur utama baru mewarisi sejumlah pekerjaan rumah. Pertama, memulihkan pangsa pasar angkutan penumpang yang tergerus oleh harga tiket pesawat yang semakin terjangkau. Kedua, meningkatkan utilisasi kapal kargo untuk menekan biaya logistik nasional. Ketiga, melanjutkan transformasi digital yang sudah berjalan agar tidak sekadar proyek, tetapi berdampak pada efisiensi biaya dan transparansi.

Belum ada pernyataan resmi dari Budi Setyawan mengenai strategi yang akan dijalankan. Para pemangku kepentingan, termasuk pegawai dan mitra bisnis, menunggu langkah konkret dalam 100 hari pertama kepemimpinannya.

Pertanyaan Pemegang Saham dan Publik?

Publik dan pengamat menanti apakah RUPS berikutnya akan membahas rencana bisnis jangka pendek. Indikator keberhasilan yang paling mudah diukur adalah laporan keuangan semester I 2026 yang akan dirilis beberapa bulan mendatang. Tekanan terhadap direksi baru akan sangat besar mengingat ekspektasi tinggi untuk mengembalikan kejayaan Pelni.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top