Sekda Anambas Sahtiar Bantah Biaya Pendaftaran Turnamen Domino Rp100 Ribu dari APBD, Murni Kelolaan Komunitas

Penulis: Zulkifli Arief  •  Senin, 22 Juni 2026 | 00:14:01 WIB
Sekda Anambas Sahtiar jelaskan biaya pendaftaran turnamen domino berasal dari komunitas, bukan APBD.

ANAMBAS — Pernyataan itu disampaikan Sahtiar di Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Lantai II, Pasir Peti, pada Senin (22/6) setelah muncul pertanyaan dari sejumlah peserta mengenai besaran biaya pendaftaran. Ia menekankan bahwa turnamen tersebut bukan agenda resmi pemda dan tidak ada satu sen pun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang digunakan untuk kegiatan ini.

“Ini bukan acara pemerintah daerah. Tidak ada sepeser pun uang pemerintah yang dipakai untuk kegiatan ini. Kalau ada bantuan dari pribadi, itu berbeda dengan bantuan pemerintah,” tegas Sahtiar.

Uang Pendaftaran untuk Konsumsi dan Hadiah Peserta

Menurut Sahtiar, biaya pendaftaran yang ditarik dari peserta merupakan keputusan mandiri panitia komunitas. Uang tersebut digunakan untuk menutupi kebutuhan operasional turnamen, mulai dari konsumsi peserta hingga biaya penyelenggaraan. Ia menyebut total hadiah yang disiapkan mencapai Rp23 juta, yang sebagian besar berasal dari sponsor.

“Total hadiah yang disediakan Rp23 juta. Itu juga karena ada bantuan sponsor. Kalau hanya mengandalkan uang pendaftaran tentu tidak mencukupi,” ujarnya.

Polemik Buka Tutup Pendaftaran Peserta

Sahtiar juga menanggapi keluhan mengenai pendaftaran yang sempat ditutup pada 16 Juni, lalu dibuka kembali. Ia mengatakan keputusan itu murni kewenangan panitia setelah melihat tingginya minat masyarakat. Peserta tambahan bukan berasal dari tim yang sudah terdaftar, melainkan pendaftar baru yang sebelumnya belum sempat mendaftar.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman yang sudah mempertanyakan soal pendaftaran. Komunitas yang melaksanakan turnamen ini tidak memiliki anggaran khusus. Uang pendaftaran dipergunakan untuk konsumsi peserta dan kebutuhan pelaksanaan kegiatan,” kata Sahtiar.

Informasi pembukaan kembali pendaftaran diumumkan secara terbuka melalui grup peserta turnamen. Total peserta yang tercatat mencapai 179 orang, meski sebagian tidak hadir saat pertandingan berlangsung karena berbagai alasan.

Harapan untuk Pengembangan Olahraga Domino

Sahtiar berharap polemik ini tidak menyurutkan semangat masyarakat dalam mengembangkan domino sebagai cabang olahraga di Kepulauan Anambas. Ia mengajak komunitas untuk saling mendukung selama kegiatan bertujuan positif.

“Saya berharap seluruh komunitas tetap saling mendukung. Kalau ada komunitas atau organisasi yang ingin membuat turnamen domino, mari kita dukung bersama selama tujuannya baik untuk memajukan olahraga domino,” katanya.

Ia juga mempersilakan warga yang masih memiliki pertanyaan untuk menyampaikannya langsung kepada panitia agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Kami terbuka apabila ada hal yang ingin ditanyakan. Tujuan kami hanya ingin memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Anambas bersama masyarakat,” tutupnya.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: mandalapos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top