KEPULAUAN RIAU — Pertandingan yang digelar di AT&T Stadium, Dallas, Senin (16/6) dini hari WIB, menjadi saksi sejarah baru. Messi memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Klose (16 gol) dengan dua golnya — satu di menit ke-38 dan satu lagi di masa injury time. Rekor ini tercipta tepat 40 tahun setelah Diego Maradona mencetak gol kontroversial "Tangan Tuhan" melawan Inggris di Piala Dunia 1986.
Awal laga justru diwarnai momen mengejutkan. Messi gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-12 setelah wasit Amin Mohamed Omar menunjuk titik putih usai review VAR — Lautaro Martinez dijatuhkan Stefan Posch. Tendangan Messi melenceng jauh ke kiri gawang Alexander Schlager.
Alih-alih gentar, Austria yang dilatih Ralf Rangnick justru tampil percaya diri. Marcel Sabitzer mengancam lewat setengah voli yang harus diblok Cristian Romero. Namun Messi kembali menunjukkan kelasnya. Memanfaatkan umpan tarik Facundo Medina, ia menyelesaikannya dengan first-time finish kaki kiri yang khas — membuat stadion bergemuruh.
Meski mendominasi penguasaan bola, Argentina tidak tampil sempurna. Austria beberapa kali merepotkan lini belakang juara bertahan. Sabitzer nyaris mencetak gol lewat tendangan bebas yang ditepis Emiliano Martinez, sementara Michael Gregoritsch menyundul bola di atas mistar tak lama setelah jeda hidrasi.
Namun pertahanan Argentina yang dikawal Romero dan kemudian Nicolás Otamendi cukup solid. Mereka jarang benar-benar terancam kebobolan. Di lini depan, kehadiran seorang jenius sudah cukup.
Dengan lima gol dalam dua pertandingan, Messi kini memimpin perburuan sepatu emas. Pelatih Lionel Scaloni hampir pasti bisa merotasi pemain di laga pamungkas grup. Austria, yang tampil kompetitif, tetap dianggap sebagai lawan berat bagi siapapun di babak gugur.
“Saya tidak bisa membayangkan malam yang lebih sempurna,” ujar Messi usai pertandingan. "Rekor ini untuk Diego, untuk seluruh rakyat Argentina."