KEPULAUAN RIAU — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyebut capaian ini menggambarkan arah transformasi sudah tepat. “Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/6).
Data kinerja keuangan yang masih bersifat unaudited tersebut menjadi bahan diskusi dalam pertemuan antara Dony dengan jajaran direksi BUMN di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (19/6) lalu. Agenda utama pertemuan adalah mengawal perkembangan kinerja serta memperkuat koordinasi agar transformasi berjalan lebih terukur, transparan, dan berorientasi hasil.
Kenaikan laba Pelindo sebesar 94 persen tidak terlepas dari efisiensi operasional pasca-integrasi pelabuhan. Sementara Pupuk Indonesia menikmati margin lebih tebal seiring harga komoditas pupuk yang stabil dan permintaan domestik yang kuat.
Dony menekankan bahwa laporan capaian kinerja ke depan harus disusun dengan mengedepankan akurasi data. Publik, menurut dia, berhak mendapat gambaran jelas soal kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional—bukan sekadar angka di atas kertas.
Meski tren positif sudah terlihat, Dony mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru menjaga momentum. “Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola, dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan,” kata dia.
BP BUMN dan Danantara berkomitmen mendorong pengelolaan perusahaan negara yang lebih akuntabel dan berbasis data. Langkah ini dinilai krusial agar transformasi tidak berhenti sebagai slogan, melainkan benar-benar mengubah kinerja BUMN secara fundamental.
Pencapaian Pelindo dan Pupuk Indonesia hingga Mei 2026 menjadi sinyal awal bahwa suntikan semangat transformasi mulai terasa. Jika konsisten, bukan tidak mungkin BUMN lain menyusul dengan laporan keuangan yang tak kalah mentereng di akhir tahun nanti.