BMKG Keluarkan Peringatan Banjir Pesisir, Warga Pesisir Diminta Siaga 24 Juni-7 Juli 2026

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 12:32:01 WIB
BMKG keluarkan peringatan banjir pesisir di sejumlah wilayah Indonesia periode 24 Juni-7 Juli 2026.

KEPULAUAN RIAU — BMKG mengidentifikasi fenomena fase bulan baru dan posisi perigee—titik terdekat bulan dengan bumi—sebagai pemicu utama kenaikan pasang air laut secara signifikan dalam dua pekan ke depan. Kombinasi ini, menurut Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, berpotensi memicu banjir pesisir yang mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan serta permukiman warga di pesisir.

Wilayah yang Perlu Waspada dan Durasi Puncak Potensi Rob

“Potensi banjir pesisir ini bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh kondisi lokal seperti angin kencang dan curah hujan,” ujar Eko dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Senin (23/6). Puncak potensi rob diperkirakan terjadi pada rentang 26–30 Juni 2026, saat elevasi pasang mencapai level tertinggi.

BMKG menyebutkan sejumlah pesisir yang masuk kategori waspada, antara lain pesisir utara Jawa, pesisir Sumatera bagian timur, Kalimantan bagian barat, Sulawesi Selatan, hingga pesisir selatan Papua. Masyarakat di daerah tersebut diminta memantau informasi cuaca maritim secara berkala.

Dampak Langsung pada Aktivitas Pelabuhan dan Permukiman

Dampak paling langsung dirasakan pada sektor logistik maritim. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan kecil dan dermaga rakyat berpotensi terhambat akibat genangan air pasang. BMKG merekomendasikan penjadwalan ulang operasional kapal-kapal kecil dan nelayan yang menggunakan perahu bermotor. “Nelayan tradisional kami imbau untuk tidak memaksakan diri melaut saat puncak pasang,” tegas Eko.

Bagi permukiman yang berada di pesisir rendah, genangan rob dapat menggenangi akses jalan dan pemukiman. BMKG mengingatkan warga untuk mengamankan barang-barang elektronik dan dokumen penting, serta menyiapkan jalur evakuasi jika ketinggian air mencapai level yang membahayakan.

Rekomendasi dan Antisipasi dari BMKG

Lembaga tersebut mengeluarkan tiga rekomendasi utama. Pertama, pemerintah daerah diimbau mengaktifkan posko siaga bencana di titik-titik rawan rob. Kedua, operator pelabuhan dan jasa transportasi laut diminta menyesuaikan jadwal sandar kapal. Ketiga, BMKG akan memperbarui peringatan setiap enam jam melalui kanal resmi dan aplikasi daring.

“Peringatan ini bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan agar semua pihak siap menghadapi kondisi cuaca maritim yang kurang bersahabat,” tutup Eko.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top