Pendopo Gandeng Adrie Basuki dan Yongki Komaladi Sulap Limbah Kain Wastra Jadi Koleksi Fashion Berkelanjutan

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 16:49:01 WIB
Desainer Adrie Basuki dan Yongki Komaladi mengolah limbah kain wastra menjadi koleksi fashion berkelanjutan.

KEPULAUAN RIAUProgram bertajuk "Jejak Baru Limbah Wastra" ini menjadi salah satu pilar utama dalam rangkaian acara "Jejak Karya Nusantara" yang digelar Rabu (24/6). Inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap menumpuknya sisa kain dari proses produksi wastra yang selama ini kerap berakhir di tempat pembuangan.

"Kami ingin membuktikan bahwa potongan kain sisa tidak harus menjadi sampah. Dengan sentuhan kreativitas, material itu bisa punya kehidupan baru," ujar Head of Pendopo, Putu Laura, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Kolaborasi Dua Nama Besar Mode Nasional

Pendopo tidak bekerja sendiri. Untuk merealisasikan program ini, mereka menggandeng desainer Adrie Basuki yang dikenal dengan pendekatan avant-garde terhadap wastra, serta perancang alas kaki Yongki Komaladi. Keduanya diberi kebebasan untuk mengeksplorasi sisa kain dari berbagai perajin binaan Pendopo.

Hasilnya, koleksi yang dihadirkan tidak sekadar "ramah lingkungan", tetapi juga membawa narasi budaya Nusantara yang kuat. Adrie Basuki mengolah potongan songket dan tenun menjadi outer dan atasan kontemporer. Sementara Yongki Komaladi menyulap sisa kain menjadi deretan sepatu dengan siluet modern.

Dampak Ekonomi bagi Perajin dan UMKM

Program ini juga memiliki dampak langsung terhadap ekosistem UMKM binaan Pendopo. Selama 15 tahun, Pendopo telah menjadi rumah bagi lebih dari 300 pelaku usaha lokal. Dengan adanya kolaborasi ini, para perajin tidak hanya mendapatkan pasar baru, tetapi juga edukasi tentang efisiensi produksi dan pengelolaan limbah.

"Ini soal menghargai proses dan material yang sudah ada. Fashion berkelanjutan bukan tren, melainkan tanggung jawab," tambah Putu Laura.

Apresiasi dan Donasi untuk Disabilitas

Selain fokus pada limbah wastra, perayaan ulang tahun ke-15 ini juga diisi dengan program Jejak Apresiasi. Pendopo memberikan penghargaan kepada mitra UMKM dan komunitas yang telah tumbuh bersama selama satu setengah dekade terakhir.

Tak hanya itu, semangat berbagi diwujudkan melalui program Pendopo Peduli. Berkolaborasi dengan Yayasan Kawan Lama, Pendopo menggalang dana untuk Yayasan Sayap Ibu Bintaro yang membina anak-anak disabilitas. Total donasi yang terkumpul mencapai Rp55 juta, berasal dari pelanggan dan mitra Pendopo.

Tim Pendopo juga turun langsung mengajak anak-anak di yayasan membuat aksesori dari beads warna-warni. "Kegiatan ini menumbuhkan kreativitas dan rasa percaya diri mereka," kata Ketua Umum Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten, Sutan Adrin, mengapresiasi inisiatif tersebut.

Keberlanjutan sebagai Jejak Masa Depan

Memasuki usia ke-15, Pendopo tidak hanya ingin dikenang sebagai ruang pamer produk lokal. Mereka ingin meninggalkan jejak kebaikan yang terus tumbuh. Program Jejak Baru Limbah Wastra diharapkan menjadi model bagi pusat perbelanjaan dan komunitas lain untuk mulai memikirkan siklus hidup produk fashion.

"Merayakan perjalanan bukan sekadar melihat ke belakang, tetapi juga memastikan apa yang kita tinggalkan bisa bermanfaat di masa depan," pungkas Putu Laura.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top