TANJUNGPINANG — Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad secara langsung mengajak jajaran PW Persis Kepri menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ajakan itu disampaikan di sela pengukuhan pengurus PW Persis Kepri periode 2026–2031 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang.
“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan dan dedikasi tinggi demi kemaslahatan umat dan kemajuan daerah,” ujar Ansar dalam sambutannya, Jumat.
Menurut Ansar, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri dalam menghadapi beragam tantangan pembangunan. Organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan seperti Persis dinilai punya peran vital untuk menguatkan dakwah yang menyejukkan, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membantu menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Karena itu, jadilah mitra strategis pemerintah dalam mengawal pendidikan dan pembangunan daerah,” kata Ansar menambahkan.
Wakil Ketua PP Persis Atip Latipulhayat mengingatkan bahwa Persis merupakan salah satu dari tiga organisasi Islam arus utama di Indonesia, bersama Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Organisasi ini berdiri sejak 1923, jauh sebelum Indonesia merdeka, dan memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pemikiran Islam, pendidikan, dan dakwah.
Atip yang juga menjabat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasnen) itu menekankan arahan kepada pengurus baru. “PW Persis Kepri harus bahu-membahu membangun manusia seutuhnya, lalu mewujudkan insan kamil lewat pendidikan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menyiarkan ajaran Islam di daerah,” katanya saat mengukuhkan pengurus.
Atip menyampaikan bahwa dengan dilantiknya PW Persis Kepri, seluruh wilayah Pulau Sumatera kini telah memiliki pengurus. Hal ini menjadi catatan penting bagi perluasan jaringan dakwah dan pendidikan Persis di tingkat regional.
Sejarah mencatat, Persis konsisten bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial untuk memurnikan ajaran Islam yang bersumber pada Al Quran dan As-Sunnah, sekaligus mencetak kader-kader bangsa yang berakhlak mulia.