BATAM — Sebanyak 56 qari dan qariah terbaik Kota Batam mulai menjalani pemusatan latihan tahap akhir untuk menghadapi MTQH tingkat Provinsi Kepri. Mereka akan bertanding di 10 cabang lomba, mulai dari seni baca Al-Qur’an, qiraat, hafalan, tafsir, fahmil, syahril, seni kaligrafi atau khat, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hingga seni musik kasidah rebana.
Pemkot Batam tidak hanya menargetkan kembali meraih predikat Juara Umum, tetapi juga mempertahankan piala bergilir MTQH Kepri agar dapat ditetapkan sebagai piala tetap milik Kota Batam. Sebagai motivasi tambahan, pemerintah daerah menyiapkan bonus sebesar Rp50 juta apabila kafilah Batam berhasil mencapai target tersebut.
“Capaian prestasi Batam dalam ajang MTQH tingkat provinsi selama ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah, pelatih, pendamping, serta semangat para peserta yang terus dibina secara berkelanjutan,” ujar Amsakar Achmad dalam sambutannya.
Ketua Pelaksana yang juga Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Batam, Syukri Ilyas, menjelaskan persiapan kafilah dilakukan melalui tiga tahapan training centre. Tahap pertama digelar LPTQ di Nagoya Mansion Hotel, dilanjutkan pembinaan secara daring, dan ditutup dengan TC pemantapan yang difasilitasi sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Batam.
Untuk meningkatkan kualitas peserta, panitia menghadirkan tiga pelatih nasional, 12 pelatih lokal, serta 12 pendamping selama proses pembinaan. Wali Kota Amsakar mengimbau seluruh anggota kafilah memanfaatkan masa pemusatan latihan dengan penuh disiplin dan kesungguhan agar mampu memberikan penampilan terbaik saat perlombaan berlangsung.
Amsakar Achmad memberikan apresiasi kepada jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Batam yang dinilai sigap menyelenggarakan program pembinaan dan karantina bagi para peserta. Menurutnya, persaingan pada MTQH tahun depan diperkirakan semakin ketat, sehingga pembinaan berkelanjutan menjadi kunci utama.
“Pemkot Batam menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan para peserta agar mampu tampil maksimal di setiap cabang perlombaan. Upaya ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, pelatih, pendamping, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan kafilah,” tambah Syukri Ilyas.