TANJUNGPINANG — Komite SMAN 1 Tanjungpinang tidak hanya berdiskusi soal tata kelola sekolah. Dalam rapat koordinasi yang digelar akhir Juni lalu, mereka menyusun peta jalan peningkatan kualitas pendidikan yang menyentuh aspek pendanaan dan partisipasi komunitas.
Ketua Komite Abdullah menekankan bahwa mutu pendidikan harus dijaga melalui manajemen yang transparan dan akuntabel. “Kami ingin mutu pendidikan SMANSA tetap terjaga,” ujarnya dalam pertemuan yang digelar di lingkungan sekolah tersebut.
Rapat koordinasi ini menghasilkan empat fokus utama. Pertama, penguatan aspek legalitas agar seluruh kebijakan sekolah mengacu pada regulasi resmi pemerintah. Anggota Komite, Venni, mengingatkan bahwa semua program harus berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Kedua, pelibatan alumni secara aktif. Wakil Ketua Komite, Bimo, menawarkan solusi kreatif dengan mengajak para lulusan untuk berkontribusi dalam pengembangan sekolah. Gagasan ini langsung mendapat dukungan dari anggota komite lainnya, Arga, yang menilai partisipasi alumni bisa membantu akselerasi peningkatan fasilitas belajar.
Ketiga, penjajakan sumber pendanaan non-pemerintah. Arga mengusulkan pemanfaatan dana CSR dari berbagai perusahaan yang beroperasi di Tanjungpinang dan sekitarnya. “Kita bisa menjajaki potensi dana CSR perusahaan,” tuturnya, membuka opsi baru di luar anggaran rutin sekolah.
Sekretaris Komite SMANSA, Salam, meminta agar seluruh rencana kerja dipersiapkan secara matang. “Kita harus mematangkan rencana kerja agar tidak ada masalah di kemudian hari,” katanya, menekankan pendekatan preventif sejak awal.
Untuk memastikan dukungan dari lingkungan terdekat, Anggota Komite, Desi, menyarankan agar pengurus segera melakukan sosialisasi secara personal kepada orang tua siswa. Langkah ini dinilai penting agar para wali murid memahami dan mendukung lompatan positif yang dirancang komite sekolah.
Sebagai langkah taktis, komite sekolah kini bergerak cepat menyusun petunjuk teknis (juknis) yang mengatur pembiayaan seluruh kegiatan siswa dan sekolah secara jelas. Dokumen ini diharapkan menjadi panduan yang menjamin akuntabilitas setiap program kerja, mulai dari penggalangan dana hingga realisasi kegiatan.
Dengan strategi yang mencakup aspek legalitas, partisipasi alumni, pendanaan CSR, dan sosialisasi intensif, Komite SMAN 1 Tanjungpinang optimistis dapat mewujudkan ekosistem pendidikan yang lebih baik di Kepulauan Riau.