KARIMUN — Ribuan pelanggan Perumda Tirta Mulia di Kecamatan Meral harus menampung air bersih mulai hari ini. Manajemen memutuskan mematikan keran distribusi selama dua hari untuk merekonstruksi pipa utama yang bocor di Parit Benut.
Kebocoran terdeteksi pada pipa JDU berdiameter 14 inci yang menjadi tulang punggung distribusi air ke sejumlah permukiman padat. Berdasarkan surat pengumuman resmi bernomor 025/PERUMDA-TMK/VI/2026, penghentian pasokan berlangsung sejak Senin (29/6) hingga Selasa (30/6).
Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, menegaskan bahwa kebocoran ini memerlukan penanganan teknis yang presisi. “Tim penanganan gangguan kami sudah berada di lapangan sejak pagi hari untuk melakukan lokalisasi dan percepatan perbaikan agar distribusi air dapat segera dinormalisasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (29/6).
Berikut kawasan di Kecamatan Meral yang mengalami penghentian pasokan air sementara:
Manajemen mengimbau warga di wilayah tersebut segera menampung air selagi proses perbaikan berjalan. “Mohon maksimalkan penampungan air yang ada dan gunakan dengan sangat bijak,” tambah Ferry.
Setelah perbaikan pipa selesai, distribusi air tidak langsung normal di semua titik. Ferry menjelaskan bahwa proses normalisasi ke rumah-rumah pelanggan akan berlangsung secara bertahap selama 2 x 24 jam. “Tergantung pada elevasi wilayah masing-masing,” katanya.
Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau melaporkan gangguan darurat, Perumda Tirta Mulia Karimun menyediakan layanan aduan pelanggan aktif melalui nomor telepon (0777) 736 3891.