Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Tebet, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Kontraktor

Penulis: Zulkifli Arief  •  Senin, 29 Juni 2026 | 15:02:31 WIB
Evakuasi balita terperosok lubang proyek di Tebet melibatkan petugas gabungan hingga dini hari.

KEPULAUAN RIAU — Korban berinisial I alias O dilaporkan jatuh ke lubang sedalam 3,5 hingga 4 meter di lokasi proyek Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, pada Sabtu (27/6/2026) malam. Kapolsek Tebet AKP Ischak mengatakan, penyidik masih mendalami keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk menjerat pihak yang bertanggung jawab.

“Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan keterangan dan barang bukti, serta mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Ischak kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Kronologi: Bermain Sore, Dievakuasi Dini Hari

Peristiwa bermula sekitar pukul 23.40 WIB, saat Polsek Tebet menerima laporan warga tentang seorang anak yang terjatuh ke lubang proyek. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban sebelumnya bermain bersama teman-temannya di sekitar area konstruksi sebelum terperosok.

Petugas gabungan dari Polsek Tebet, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Puskesmas, dan RSUD Tebet langsung melakukan evakuasi. Upaya manual awal gagal karena lubang yang sempit. Alat berat pun didatangkan untuk memperlebar akses penyelamatan.

Korban akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 03.55 WIB, Minggu (28/6/2026), dan dilarikan ke RSCM. Namun, nyawa balita tersebut tidak tertolong.

Keluarga Tolak Autopsi, Penyebab Kematian Tunggu Medis

Polisi belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Ischak menjelaskan, hal itu menjadi kewenangan tim medis. Keputusan pihak keluarga yang menolak autopsi turut mempersempit ruang penyidikan untuk mengungkap penyebab medis secara forensik.

“Kami belum dapat menyampaikan penyebab meninggalnya korban karena hal tersebut merupakan kewenangan tim medis. Selain itu, pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban,” ujar Ischak.

Pagar Pengaman Proyek Jadi Sorotan

Fokus penyidikan kini mengarah pada ada tidaknya pagar pengaman atau rambah di sekeliling lubang pondasi. Lokasi proyek yang berada di area taman permukiman padat penduduk dinilai rawan jika tidak dilengkapi pembatas yang memadai. Kontraktor pelaksana proyek Lapangan Multifungsi tersebut belum memberikan pernyataan resmi hingga berita ini diturunkan.

Kasus ini menjadi pengingat atas standar keselamatan proyek publik di lingkungan warga. Polisi mengimbau kontraktor untuk segera mengamankan lokasi konstruksi guna mencegah korban jiwa susulan.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top