KEPULAUAN RIAU — Brasil melaju ke babak 32 besar dengan status juara grup setelah mengalahkan Skotlandia 3-0. Tapi sorotan utama bukan hanya kemenangan, melainkan transformasi Vinicius Junior. Pemain 25 tahun itu kini menjadi pusat serangan Tim Samba, menggantikan peran yang dulu dipegang Neymar.
Vinicius mencetak dua gol ke gawang Skotlandia. Jika bukan karena intervensi VAR, ia bisa menjadi pemain Brasil pertama sejak Pele (1958) yang mencetak hat-trick di Piala Dunia. Catatannya kini: gol di setiap laga fase grup, menyamai pencapaian Pele, Ronaldo, Romario, Rivaldo, dan Garrincha.
Total ia sudah mengoleksi empat gol di turnamen ini—tiga kali jadi pemain terbaik pertandingan. "Saya sangat senang melihatmu bahagia. Hidupkan mimpi. Ini Brasil," tulisnya di Instagram usai laga lawan Skotlandia, lengkap dengan pose tangan terbuka ala Jude Bellingham.
Butuh waktu lima tahun bagi Vinicius untuk benar-benar diakui publik Brasil. Debutnya di tim senior terjadi pada 2019, tapi ia lebih banyak duduk di bangku cadangan saat Brasil menjadi tuan rumah Copa America 2021. Gol internasional pertamanya baru datang pada penampilan ke-19, saat Brasil menghancurkan Chile 4-0 di kualifikasi Piala Dunia 2022.
Saat Piala Dunia 2022 di Qatar, Vinicius datang sebagai juara Liga Champions—ia mencetak gol tunggal di final lawan Liverpool. Tapi di turnamen itu, ia hanya bikin satu gol dan dua assist. Brasil tersingkir di perempat final oleh Kroasia. Beban saat itu masih ditanggung Neymar.
Semuanya berubah saat Neymar cedera dalam laga kualifikasi melawan Uruguay pada Oktober 2023. Vinicius, bersama Rodrygo dan Raphinha, harus memikul ekspektasi 215 juta penduduk Brasil. Hasilnya di Copa America 2024 masih mengecewakan: ia terkena suspensi saat Brasil kalah dari Uruguay di perempat final via adu penalti.
Tapi Piala Dunia 2026 menjadi panggung pembuktian. "Dia kini makan di meja yang sama dengan Lionel Messi dan Kylian Mbappe," kata Walter Casagrande, mantan pemain Brasil yang kini jadi komentator top. "Bersaing untuk Sepatu Emas dan Bola Emas."
Nasib berbeda dialami Raphinha. Penyerang Barcelona itu datang dengan reputasi mentereng di klub, tapi terus diragukan publik Brasil. Pernyataannya sebelum turnamen—"Saya tidak perlu membuktikan apa pun kepada orang Brasil"—menjadi bumerang. Ia cedera hamstring di laga pembuka dan posisinya diambil alih Rayan, yang tampil impresif lawan Skotlandia.
Pelatih Carlo Ancelotti diperkirakan akan mempertahankan Rayan sebagai starter untuk laga melawan Jepang di babak 32 besar. Raphinha baru bisa kembali jika Brasil lolos ke perempat final, di mana mereka berpotensi bertemu Inggris. "Satu-satunya cara Raphinha merobek label underachiever adalah dengan membuktikannya di turnamen besar," tulis laporan tersebut.
Dengan sembilan gol dari 49 caps sebelum turnamen, kini Vinicius sudah mengoleksi 13 gol internasional. Empat di antaranya lahir dalam tiga laga terakhir. Ia tidak lagi sekadar bintang Real Madrid yang gagal total di tim nasional. Ia sudah tiba.