TANJUNGPINANG — Pelantikan pengurus DPC HKTI se-Kepulauan Riau dihadiri Ketua Harian Dewan Pengurus Nasional (DPN) HKTI, Mayor Jenderal TNI (Purn) Bachtiar Utomo, dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura. Dalam sambutannya, Bachtiar Utomo menekankan pentingnya konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Menurutnya, penguatan struktur organisasi menjadi langkah awal agar HKTI mampu menjalankan peran pendampingan, advokasi, dan peningkatan kapasitas petani secara maksimal.
Bachtiar Utomo menjelaskan, HKTI memiliki tugas mendorong modernisasi pertanian, digitalisasi, dan mencetak petani milenial di daerah. “HKTI harus hadir membantu petani agar lebih maju, termasuk mendorong modernisasi pertanian, digitalisasi, dan mencetak petani milenial di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui program pendampingan dan pemberdayaan, HKTI diharapkan mampu mendukung swasembada pangan hingga kedaulatan pangan nasional. Organisasi ini juga berperan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan program ketahanan pangan prioritas nasional.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPC HKTI yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dan berkontribusi memperkuat sektor pertanian daerah.
Menurut Nyanyang, meskipun Kepulauan Riau didominasi lautan, setiap kabupaten dan kota tetap memiliki kawasan pertanian yang perlu dijaga dan dikembangkan. “Kita harus bersama-sama mendukung program ketahanan pangan nasional. Daerah harus mampu memaksimalkan potensi pertaniannya agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dan inflasi dapat dikendalikan,” katanya.
Usai dilantik, Ketua DPC HKTI Kota Tanjungpinang M. Sadmi Al Qayum menyampaikan komitmennya menjalankan program prioritas. Sebelum pelantikan, HKTI telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang dan memperoleh dukungan untuk mengembangkan sektor pertanian.
Program awal yang akan dilakukan adalah memperkuat koordinasi dengan gabungan kelompok tani serta pelaku usaha pertanian. Selain itu, HKTI akan melakukan pemetaan dan identifikasi lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian maupun peternakan. Pemanfaatan lahan kosong yang belum produktif juga menjadi fokus organisasi.
“Kami ingin mendorong agar Tanjungpinang memiliki ketahanan pangan yang kuat dengan meningkatkan produksi komoditas dari daerah sendiri,” ujar Qayum.
HKTI Tanjungpinang berkomitmen bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung program nasional, mulai dari distribusi pupuk dan bibit gratis hingga pengembangan peternakan melalui program Ayam Merah Putih. “Kami berharap dalam lima tahun ke depan seluruh program dapat berjalan secara terstruktur, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan sektor pertanian di Tanjungpinang,” tuturnya.
Sekretaris DPC HKTI Kota Tanjungpinang, Syahri Dharma Putra, menyebutkan kepengurusan saat ini terdiri dari sekitar 60 orang. Pihaknya juga tengah melakukan pendataan kelompok tani yang akan menjadi mitra organisasi. “Pendataan masih terus berlangsung dan saat ini jumlah kelompok tani yang telah terdata mencapai lebih dari 300 kelompok,” kata Syahri.