TANJUNGPINANG — Efek kurs membuat biaya berlibur di Indonesia terasa lebih murah bagi turis asing, terutama dari Singapura dan Malaysia. Kepala BPS Kepri Toto Haryanto menyebutkan kondisi ini jadi salah satu pemicu utama kenaikan signifikan tersebut.
"Menguatnya nilai tukar dolar dan ringgit jadi salah satu pemicu meningkatnya kunjungan wisman sebesar 43,31 persen periode Mei 2026," kata Toto di Tanjungpinang, Rabu.
Warga Singapura masih mendominasi dengan 84.547 kunjungan, atau setara 40,12 persen dari total. Disusul Malaysia dengan 71.752 kunjungan (34,05 persen). Negara penyumbang lainnya adalah Tiongkok (8.272 kunjungan), India (7.756), Filipina (3.676), Jepang (2.360), Inggris (2.322), Myanmar (2.091), Australia (1.639), dan Korea Selatan (1.325).
Selain faktor kurs, BPS mencatat akumulasi hari libur pada Mei 2026 turut mendorong mobilitas wisatawan. Hari libur tersebut meliputi Hari Buruh Internasional (1 Mei), Kenaikan Yesus Kristus (14 Mei), Idul Adha (27 Mei), serta libur sekolah di Malaysia yang dimulai sejak 22 Mei.
Pemerintah Provinsi Kepri tak tinggal diam. Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan mengatakan enam agenda wisata unggulan sudah disiapkan sepanjang Juli 2026 untuk menjaga momentum ini. Rangkaian acara mencakup budaya, olahraga, religi, lingkungan, hingga wisata kuliner.
Berikut jadwal enam event tersebut:
Hasan berharap kalender event ini mampu memperkuat posisi Kepri sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya dan bahari. "Rangkaian kalendar event Juli 2026 akan ditutup Kenduri dan Festival Durian Bentan 2026," ujarnya.