TANJUNGPINANG — Nyanyang, yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kepri, secara khusus memperingatkan agar keputusan penilaian tidak dipengaruhi oleh kedekatan pribadi atau kesamaan daerah asal peserta.
“Tetaplah menjunjung tinggi objektivitas dan kejujuran sesuai kaidah penilaian yang telah ditetapkan. Jangan sampai ada keputusan yang dipengaruhi kedekatan, kesamaan daerah asal, maupun kepentingan pribadi,” ujar Nyanyang dalam sambutannya.
Menurut Nyanyang, independensi dewan hakim menjadi kunci utama agar masyarakat tetap percaya pada MTQ sebagai ajang pembinaan dan syiar Islam. Ia mengingatkan agar setiap keputusan diambil melalui musyawarah dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan sampai nama baik MTQ tercoreng. Ambillah setiap keputusan secara musyawarah dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga pelaksanaan MTQ benar-benar menjadi sarana pembinaan, evaluasi, sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” tegasnya.
Nyanyang berharap seluruh unsur dewan hakim, pengawas, dan panitera membangun sinergi dan kekompakan selama MTQ XII berlangsung. Ia optimistis komitmen terhadap penilaian yang adil akan meningkatkan kualitas MTQ di Kepri.
“Saya yakin integritas, kekompakan, serta komitmen untuk mewujudkan penilaian yang adil dan profesional akan membawa MTQ Kepri semakin berkualitas serta menghadirkan keberkahan bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Nyanyang berharap MTQ XII mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang nantinya bisa mengharumkan nama Kepri di ajang MTQ tingkat nasional.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Pimpinan Dewan Hakim Nasional Prof. Said Agil Husin Al Munawar, mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Wakil Bupati Natuna Jarmin, Sekda Kota Batam Firmansyah, Sekda Kota Tanjungpinang Zulhidayat, serta sejumlah pejabat dari Kabupaten Karimun, Bintan, dan Kepulauan Anambas. (Gordon)