BATAM — Pemkot Batam resmi mengimplementasikan portal Perlinsos sebagai sistem baru penyaluran bansos yang terhubung dengan IKD. Langkah ini diambil untuk meminimalkan kesalahan data penerima manfaat yang kerap terjadi pada pendataan manual.
Zulkifli Aman menjelaskan, pada tahap awal portal ini melayani dua jenis bansos utama, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Melalui portal Perlinsos, masyarakat tidak hanya bisa mengusulkan diri sebagai penerima manfaat, tetapi juga mengajukan sanggahan jika ada data yang dinilai tidak sesuai. Sistem ini telah dilengkapi mekanisme verifikasi otomatis.
"Kalau ada yang mencoba memberikan data yang tidak benar, sistem akan mendeteksi karena sudah terintegrasi dengan Samsat, dan juga lembaga pertanahan untuk menaksir nilai aset. Ada sanksi yang berat apabila terbukti melakukan pemalsuan data," ujar Zulkifli, Senin.
Warga yang belum memiliki IKD wajib melakukan aktivasi terlebih dahulu melalui kantor kecamatan sesuai domisili atau Disdukcapil Batam. Setelah IKD aktif, masyarakat dapat mengakses portal Perlinsos di perlinsos.kemensos.go.id menggunakan NIK dan kata sandi IKD.
Untuk mengakomodasi warga lanjut usia atau yang tidak memiliki ponsel pintar, Pemkot Batam telah menyiapkan 38 agen Perlinsos yang tersebar di berbagai kelurahan. "Mereka didaftarkan secara resmi melalui sistem yang disiapkan Dewan Ekonomi Nasional sehingga dapat mendampingi masyarakat," kata Zulkifli.
Batam menjadi salah satu dari 43 daerah percontohan implementasi portal Perlinsos secara nasional. Zulkifli menargetkan seluruh 1,3 juta warga Batam telah mengaktifkan Perlinsos secara daring pada Agustus 2026.
Namun, masyarakat yang dinyatakan memenuhi syarat baru akan mulai menerima bansos pada triwulan IV 2026 atau triwulan I 2027, setelah seluruh proses verifikasi dan pemutakhiran data rampung.
"Saat ini kami sudah mulai sosialisasi tentang Portal Perlinsos di tingkat kelurahan dan kecamatan, kemarin sudah di Kelurahan Sungai Panas," pungkas Zulkifli.